Kakanwil Kemenkumham Maluku Tinjau PPK Kanim Tual di Saumlaki dan Apresiasi Loyalitas Petugas Penjaga Perbatasan
MediatorMalukuNews.com– Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Provinsi Maluku, Hendro Tri Prasetyo meninjau pelaksanaan Pos Pemeriksa Keimigrasian Kantor Imigrasi (PPK Kanim) Kelas IIb Tual di Saumlaki.
Dalam kunjungan yang dilakukan baru -baru ini (14/3/2024), Hendro memberi apresiasi atas loyalitas dan integritas stafnya yang bertugas di wilayah yang berbatasan dengan negara kanguru itu.
Bahkan Hendro meminta jajarannya melakukan tugas secara persuasif dan humanis sebagai penjaga pintu gerbang perbatasan negara.
Kunjungan Hendro ke Saumlaki sekaligus dalam rangka mengevaluasi dan melihat langsung kondisi jajaran Kemenkumham yang bertugas di wilayah terdepan negara Indonesia ini.
Dalam kunjungannya, Hendro didampingi Kepala Divisi Imigrasi, Jayanta Surbakti, Kepala Divisi Pemasyarakatan, Maizar beserta jajaran pejabat fungsional Keimigrasian Kantor Wilayah Maluku.
“Saya mengapresiasi dan berterima kasih atas loyalitas dan integritasnya untuk jajaran yang menjalankan tugas menjaga perbatasan negara. Ini bukan hal yang mudah, niat tulus dan mulia ini harus juga ditunjang baik sarana maupun prasarana-nya. Sehingga dalam menjalankan tugas mereka bisa tenang dan menikmati tugas nya dengan sukacita,” ujar Hendro.
Ia mengatakan PPK Saumlaki saat ini selanjutnya akan ditingkatkan menjadi Unit Kerja Keimigrasian (UKK) yang akan menjadi cikal bakal Kantor Imigrasi Kelas III Saumlaki dengan tugas yang lebih luas. Bukan hanya melakukan ‘clearance’ Kapal dan pemeriksaan Warga Negara Asing (WNA) yang melintas, tetapi juga melakukan pengawasan pada ancaman tindak pidana keimigrasian.
“Fokusnya bukan hanya pada pemeriksaan kemigrasian saja, tetapi sampai dengan melakukan pengawasan dan penindakan pada pelanggaran keimigrasian. Hal ini menjadi Pekerjaan Rumah yang harus diselesaikan secara komperhensif, di tambah dukungan pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang sangat aktif untuk kemajuan daerah, menghadapi juga WNA yang akan bekerja pada Perusahaan migas di sini ini,” tutup Hendro. (HUMAS)

