Kembali dari Tanah Rantau, Sosok Soleman Jambormias Ingin Bangun Tanimbar

IMG-20240317-WA0001

MediatorMalukuNews.com – Soleman Jambormias salah satu putra Tanimbar yang lama tinggal di tanah rantau kini kembali ke tanah kelahirannya, dan ingin membangun Tanimbar.

Sosok yang sudah banyak memiliki pengalaman di tanah rantau dan menduduki sejumlah jabatan penting di Provinsi Papua ini, mengaku kepada insan pers bahwa dia rela kembali dan berkeinginan membangun daerah atau tanah kelahirannya yang dijuluki bumi Duan lolat ini.

Pria yang terlihat murah hati ini, terlihat berkecimpung dan membangun keakraban dengan para insan pers Tanimbar.

Bertempat di Resto Dapur Tanimbar, Jalan Ir. Soekarno, Saumlaki sejumlah insan pers diundang pria ini duduk bersama sekaligus membangun keakraban dan rasa persaudaraan melalui kegiatan ajang jumpa pers dengan berbagai wartawan Tanimbar yang bertugas di kabupaten yang berbatasan dengan negara kanguru itu.

mengundang sejumlah awak media dari berbagai media pers yang bertugas di wilayah, baru -baru ini (15/03/24).

Dalam kunjungannya ke Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Soleman didampingi sekertaris dan rombongan yang mengawalinya, dan memberikan kuliah umum di Sekolah Tinggi Teologi Injili Mahkota Sion Saumlaki (STTIMASS) Saumlaki, pusat ibukota kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Baca juga :   Pemkot – PT. Bank Mandiri Teken MoU, Fasilitasi Kartu Kredit Pemerintah

“ Kita sama-sama bincang, supaya sama-sama saling kenal. Saya hari ini hadir di Tanimbar karena ada permintaan memberikan kuliah umum di STTIMASS karena kita memang perlu ‘baku kenal.’ Saya asli betul dari desa Arma, bapa mama orang asli (Kampung) Arma, kemudian saya cuma tamat sekolah dasar di kampung selebihnya di Papua mulai dari SMP, SMA dan perguruan tinggi di Papua, itu berarti hanya 12 tahun saya di Tanimbar, semuanya ada di Papua.” ucap pria yang akrab disapa Bapak Sole ini.

Dia jelaskan, sejak tahun 1989 dirinya sudah mendiami daerah Merauke, Provinsi Papua Selatan. Dan dalam perjalanan studi dia sempat kuliah di bidang Keguruan (Olahraga), kemudian tahun 1999 diwisuda melalui tes penentuan kelulusan dan bernasib mujur dan diberkati Tuhan, langsung diterima sebagai pegawai negeri sipil.

Dikatakan, penempatan dan penugasan pertamanya lembaga pendidikan sebagai guru di SM, kemudian berlanjut di SMA. Dan lagi-lagi dia mengaku bernasib mujur, sebab pada tahun 2016 diangkat menjadi Kepala Sekolah SMA Kristen, lalu lanjut menjadi Kepala Sekolah SMA Negeri 1, kemudian tahun 2022 dilantik menjadi Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Papua Selatan.

Baca juga :   AMO dan Peavey Electronic Corporation Beri Bantuan Ukulele kepada SD Negeri Tuni Ambon

Soleman mengulas perjalanan kariernya dalam berbagai jabatan yang telah dilakoninya mulai sebagai kepala sekolah hingga diangkat sebagai Kepala Dinas di instansi pemerintah, kemudian sebagai Ketua Harian KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) lalu sebagai ketua di Komite Keluarga Masyarakat Indonesia Papua Selatan, Ketua Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (BAPOPSI) merupakan organisasi pembinaan olahraga di kalangan pelajar Indonesia dan bertanggungjawab terhadap kemajuan dan perkembangan pembibitan, pembinaan, dan pencapaian prestasi olahraga pelajar.

“ Sekarang juga saya masih Ketua Yayasan Pendidikan Kristen lalu masih ketua YAPKI yang terdiri dari 48 sekolah yang saya kelola dari TK, SD, SMP, SMA, SMK, lalu ada YAPKI juga yang mengelola STAK (Sekolah Tinggi Agama Kristen) kemudian kalau untuk gereja saya masih penatua gereja dan di klasis saya sebagai wakil ketua 2 klasis.” imbuhnya.

Dalam perjalanan karier dan kehidupan Soleman selama ada di tanah rantau, dia mengaku telah menemukan seorang pendamping hidup yang berasal dari Sulawesi tepatnya Tanah Toraja, dan dikaruniai 4 orang anak. Dua diantaranya sementara menempuh kuliah di universitas cenderawasih (Uncen) dan di Universitas Hasanuddin (Unhas), seorang lagi bercita-cita ingin menjadi anggota polisi dan anak bungsunya masih menjadi pelajar.

Baca juga :   Arogansi Aron Kelitadan: Sebut Pegang Kunci Rahasia INPEX Masela dan SKK Migas

“ Bapak ibu (wartawan) sekalian, itulah perkenalan dan sekelumit perjalanan karier dan hidup saya. Saya berdoa mudah-mudahan, mungkin sudah terlalu lama di rantau, saya siap ‘bale’ bangun ‘katong pung’ daerah, entah Tuhan mau kasih kita jadi apa, yang penting kita tetap berdoa, saya nama lengkap Soleman Jambormias, namun biasa saya tulis SAJ itu artinya Soleman Amasaman Jambormias, karena nama kampung saya adalah Amasaman.” tutup Jambormias mengakhiri pembicaraannya. (Jk)