Desa Welora Kini Jadi Salah Satu Destinasi Wisata Unggulan Kabupaten Maluku Barat Daya

IMG-20240401-WA0025

MediatorMalukuNews.com – Desa Welora di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) kini mulai menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di kabupaten julukan ‘Kalwedo’ itu, karena diinformasikan wilayah tersebut mulai dilirik sejumlah wisatawan, baik mancanegara maupun wisatawan domestik untuk mengunjungi objek destinasi wisata tersebut.

Apalagi, sebagaimana rilis yang diperoleh media ini baru -baru ini (30/3/2024), diketahui Pemerintah Desa (Pemdes) Welora di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) itu, diinformasikan sudah membangun kerja sama dengan Yayasan WWF Indonesia untuk mengadakan kajian daya dukung wisata bahari di wilayah Desa Welora dan perairan laut sekitarnya.

Kajian tersebut dilakukan dalam rangka upaya pengembangan wisata bahari yang lebih berkualitas, berkelanjutan, ramah lingkungan, serta menghindari potensi terjadinya over tourism.

Terletak diantara Laut Banda dan Laut Timor, Desa Welora menjadi salah satu destinasi unggulan di Pulau Dawera, Maluku Barat Daya.

Welora sudah dikenal sebagai destinasi wisata selam yang dikunjungi banyak turis, baik dari lokal maupun mancanegara.

Terumbu karang yang sehat, berukuran besar, dan beraneka ragam warna, disertai berbagai ikan-ikan seperti kerapu dengan ukuran hampir
sepanjang dua meter, kumpulan ikan barakuda yang memanjakan mata, juga ikan napoleon kerap terlihat saat dilakukan penyelaman.

Baca juga :   Kades Sera MBD Terancam Berurusan dengan Hukum Pasca Serobot Lahan Bersertifikat

Pada 2020, Desa Welora dianugerahkan sebagai Juara 1 dalam ajang Anugerah Pariwisata Indonesia (API Award) dalam kategori destinasi wisata baru.

Desa yang asri dengan bangunan yang berjajar rapi dan penduduk yang ramah, akan membuat siapapun yang mengunjunginya akan kerasan tinggal
berlama-lama.

Para warga dan pengurus desa wisata, terus berusaha mengembangkan desa wisata ini agar dikenal luas oleh masyarakat.

Dalam catatan Pemerintah Desa Welora, kunjungan LoB (Live on Board) dalam
kurun waktu 2021-2023, ada 13 kapal yang telah singgah ke Welora dan membawa hingga 291 penumpang yang berasal dari berbagai negara: Amerika Serikat, Kanada, Belanda, Jerman, dan lain -lain.

Sebagai upaya pengembangan wisata yang berkelanjutan, pemerintah Desa Welora bekerja sama dengan WWF-Indonesia melakukan kajian daya dukung pariwisata, baik di area pesisir/pantai maupun wisata laut.

Kajian ini dilakukan pada 20-24 Maret 2024 di empat titik garis pantai untuk mengetahui karakteristik pantai, dan lima titik penyelaman untuk mengetahui keanekaragaman hayati dan biota laut.

“Kami merasa sangat terbantu dengan adanya kajian daya dukung wisata ini. Mudah-mudahan dari hasilnya nanti, kami dapat berbenah dan meningkatkan pelayanan wisata hingga pengadaan fasilitas yang belum ada di Welora,” ucap Markus Laimera, Sekretaris Desa Welora, sekaligus salah satu penggagas desa wisata.

Baca juga :   Polsek Wetar Dukung Pengamanan Prosesi Jalan Salib Umat Kristiani di Desa Lurang MBD

Senada dengan Markus, Sarjon Walupi, Kepala Desa Welora, mengungkapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada WWF-Indonesia.

Ia menjanjikan dukungan penuh selama kegiatan berlangsung, maupun setelah kegiatan usai. Baginya, kesempatan untuk bekerja sama dengan WWF Indonesia semakin menumbuhkan kepercayaan diri masyarakat membentuk desa wisata yang selaras dengan tujuan konservasi.

Selama ini, masyarakat desa juga turut berpartisipasi dalam menjaga keanekaragaman hayati di laut sekitar Welora, baik secara personal maupun secara administratif.

Anastasia Alerbitu, Marine Tourism and Community Officer WWF-Indonesia untuk Maluku Barat Daya
menambahkan perlunya kajian ini dalam sudut pandang konservasi.

“Mengetahui potensi desa Welora saat ini, dirasa sangat perlu untuk pengembangan dan tata kelola wisatanya, kajian yang telah dilakukan dapat mengetahui berapa jumlah batas tampung dari pantai-pantai yang ada di Welora, atau jumlah maksimal penyelam di dalam satu titik selam. Hal ini dapat mendukung Welora menjadi wisata yang berkualitas dan berkelanjutan untuk mencegah terjadinya over tourism.”

Kajian daya dukung ini nantinya akan menjadi data dasar untuk kajian mendatang terkait upaya pengembangan wisata bahari yang berkelanjutan, khususnya yang berhubungan dengan
keanekaragaman hayati laut.

Baca juga :   32 KK Rumahlewang Besar MBD Terima BLT DD, Ada Kecemburuan Sosial

Hasil dari kajian ini, dapat digunakan sebagai bahan promosi wisata Desa Welora, termasuk juga informasi terkait peta penyelaman dan biodiversitaslaut yang menjadi potensi wisata bahari dari keindahan Desa Welora.

Untuk informasi lebih lanjut:
Siti Yasmina Enita (Syenit), Marine Communication Specialist | senita@wwf.id / 0813-2773-2944
Tentang Yayasan WWF Indonesia
Yayasan WWF Indonesia adalah organisasi masyarakat madani berbadan hukum Indonesia yang bergerak di bidang konservasi alam dan pembangunan berkelanjutan, dengan dukungan lebih dari 100.000 suporter.

Misi Yayasan WWF Indonesia adalah untuk menghentikan penurunan kualitas
lingkungan hidup dan membangun masa depan di mana manusia hidup selaras dengan alam, melalui pelestarian keanekaragam hayati dunia, pemanfaatan sumber daya alam terbarukan yang berkelanjutan, serta dukungan pengurangan polusi dan konsumsi berlebihan.