GMNI Bursel Ancam Desak Bupati Copot Kadis Kesehatan dan Direktur RSUD Namrole

IMG-20240725-WA0023

MediatorMalukuNews.com – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kabupaten Buru Selatan (Bursel) mengancam akan melakukan demo untuk mendesak Bupati, Safitri Malik Solisa atau pemerintah di kabupaten ini segera mencopot Kepala Dinas Kesehatan Bursel, Wa Jeni dan juga Direktur RSUD dr. Salim Alkatiri Namrole, Hanafi Laitupa.

Demikian ditegaskan Ketua DPC GMNI, Kabupaten Buru Selatan, Sarif Latbual kepada wartawan baru-baru ini (24/7/2024).

Ketua DPC GMNI ini menyatakan kedua pejabat tersebut dinilai tak layak menjadi panutan buat masyarakat yang tinggal di kabupaten ini. Pasalnya, sebagai warga Bursel, dua pejabat ini kerja tak becus mengurusi persoalan kesehatan di wilayah tersebut sehingga masyarakat kurang mendapat pelayanan kesehatan sebagaimana yang diharapkan.

“Untuk itu kita minta ibu Bupati Safitri Malik segera i mengevaluasi dua pimpinan ini karena sampai saat ini keduanya tidak bisa mengantisipasi kesehatan yang terjadi di kabupaten Buru Selatan,” ujar Ketua DPC GMNI Bursel ini melalui wawancaranya di RSUD, kemarin (24/7/202) malam.

Dikatakan, stok obat obatan yang sudah sampai saat ini hilang di gedung farmasi tak ada kejelasan, selain dari pada itu, soal obat hilang ini sengaja Kepala Dinas Kesehatan itu tidak bisa mempertanggungjawabkan informasi ke publik sehingga sebagai Ketua DPC GMNI dia harus buka suara.

Baca juga :   Dukung Swasembada Pangan, Polda Maluku-Polres Tual Ikut Sukseskan Program Tanam Jagung Serentak

“Pada hal obat hilang ini bukan baru hari ini. Dan itu sudah beberapa bulan lalu yang ditangani pada saat itu PPK Alo Pata,” jelasnya.

Di lain pihak, sebut dia, Direktur RSUD dr.SALIM ALKATIRI, Hanafi Laitupa juga tidak bisa diandalkan untuk meng-handle rumah sakit itu, padahal rumah sakit tersebut sangat penting untuk proses pelayanan kesehatan masyarakat Bursel. Apalagi persediaan obat obatan itu tidak terlalu banyak disediakan oleh pihak rumah sakit. Bahkan ada pasien yang masuk ke rumah sakit kekurangan obat sehingga pasien harus membeli obat di apotek luar rumah sakit.

“RSUD ini perlu memperhatikan hal ini. Salah satu contoh lingkungan rumah sakit sudah dipenuhi rumput liar yang sudah tak terawat oleh pihak rumah sakit ,” tandasnya.

Sebagai ketua organisasi pemuda ini, Sarif Latbual sangat sesali dengan tindakan dan pelayanan pihak rumah sakit Kabupaten Buru Selatan, dalam hal ini persoalan kelayakan dan juga persiapan ruangan menginap di rumah sakit RSUD salim alkatiri ini, dan juga para penataan merawat pemotongan rumput-rumput yang ada di rumah sakit tidak terawat, ditambah lagi para pasien yang sering membelanjakan obat-obat di luar rumah sakit.

Baca juga :   Ini Penjelasan di Musyawarah Desa Wali Kecamatan Namrole

” Untuk itu, selaku Ketua DPC GMNI mengutuk keras sikap dan tindakan pihak rumah sakit RSUD ini terutama pihak kesehatan Kabupaten Buru Selatan karena beberapa bulan atau beberapa minggu kemarin kita sama-sama mendengar di dunia maya maupun terdapat hingga menjadi sebuah acuan bahwa terjadi perampokan atau pencurian obat-obatan di gudang farmasi pihak Kesehatan Kabupaten Buru Selatan sehingga terjadi kelangkaan obat-obatan karena efek daripada kasus pencurian, mnpadahal dalam menentukan kami kasus yang tersebut kenapa bisa, kalau ketika terjadi pencurian tak mungkin masyarakat kabupaten ini mengalami kelangkaan obat – obatan. Yang kini kami tak memahami fungsi dan tujuan obat-obatan tersebut dipergunakan untuk apa dan obat-obatan itu juga tidak mungkin ada kelangkaan obat pada rumah sakit, itu menunjukkan bahwa kadis tidak mampu dan sarif juga meminta agar bupati buru Selatan melakukan evaluasi atau memberhentikan Kadis kesehatan WA jeny SKM dari jabatan nya dan juga Direktur Rumah Sakit Kabupaten Buru Selatan karena kami nilai tidak mampu mengelola dan tidak mampu memberikan pelayanan yang baik terhadap pasien yang ada di Kabupaten ini. Kami dari DPC GMNI akan melakukan demonstrasi menuntut Bupati segera mencopot jabatan kadis kesehatan Buru Selatan karena dinilai dalam kasus pencurian obat-obatan ini, menduga mereka terlibat dalam kasus pencurian obat-obatan tersebut,” papar lelaki tersebut.(ly)