Kondisi Jalan di Pulau Babar Masih dalam Status Pemeliharaan

IMG-20240807-WA0000

MediatorMalukuNews.com- Proyek pekerjaan jalan nasional lingkar Pulau Babar sepanjang 4.101 meter yang terbentang dari wilayah Tepa – Masbuar – Letwurung di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) bernama Paket Proyek Preservasi di Pulau Babar 1 dengan satuan kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Provinsi Maluku sampai saat ini masih dalam status pemeliharaan hingga tahun 2025, kendati jalan ini telah dinyatakan rampung sejak April 2024.

“Jadi, bilamana terjadi kerusakan tetap akan diperbaiki. Karena jalan ini masih dalam status pemeliharaan sampai bulan April tahun 2025,” tandas Pejabat Pembuat Komitmen Balai Pelaksana Jalan Nasional (PPK BPJN) Wilayah III Maluku, Melky Hitijaubesy kepada mediatormalukunews.com belum lama ini menyikapi laporan masyarakat setempat terkait adanya kerusakan dan keretakan ruas jalan sepanjang puluhan meter di titik kilometer 26/27 diantara ruas jalan menuju Dusun Masbuar, Kecamatan Babar Barat dan Desa Amplawas, Kecamatan Babar Timur.

Hitijaubesy mengatakan, informasi soal kerusakan ruas jalan tersebut sudah diperoleh pihak Satker (Satuan Kerja) BPJN Wilayah III belum lama ini, dan diteruskan ke pihaknya. Sehingga pihak kontraktor pelaksana langsung dikontak untuk segera memperbaikinya agar tak menggangu arus mobilitas kendaraan bermotor masyarakat di wilayah tersebut.

Baca juga :   Uskup Amboina Kunjungi Jemaat di Kecamatan Babar Barat MBD

“Pihak penyedia (Kontraktor pelaksana) sudah dihubungi, dan sekarang tim yang mau kerja Sekmen (Jalan) rusak itu sudah menuju lokasi untuk lakukan perbaikan,” ujarnya.

Diketahui pekerjaan sarana publik ini terdiri dari pekerjaan minor kurang lebih 7 kilometer dan pekerjaan infrastruktur 33, 6 kilometer, dimana dibiayai melalui SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) tahun anggaran 2022 – 2024 dengan total nilai Rp.195 miliar. Jalan ini dikerjakan PT. Bumi Selatan Perkasa dan PT. Hapsa Karya Lestari, KSO.
Sementara pihak Konsultan PT. Wesitan Konsultasi Pembangunan, PT. Eskapindo Matra dan PT. Bintang Inti Rekatama, KSO. (Eky/****)