Kantongi Tiket 3 Parpol, Christian – Pelata Siap “Fight” di Pilkada MBD
MediatorMalukuNews.com – Dikabarkan mengantongi tiga rekomendasi Partai Politik (Parpol), duet Hendrik Christian dan Hengky R. Pelata siap “Fight” dengan rival politik dalam ajang Pilkada serentak November 2024 mendatang di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).
Kepastian pasangan Bakal Calon Kepala Daerah (Balon Kada) ini maju dalam pesta demokrasi di kabupaten julukan ‘Kalwedo’ itu setelah keduanya dikabarkan mendapat tiket resmi dari Partai Gerindra, Hanura dan Golkar. Sehingga duet pasangan ini bakal bertarung melawan pasangan incumbent Benyamin Thomas Noac dan pasangannya Ary Lekarday Kilikily dalam pesta demokrasi lima tahunan sekali itu.
Informasi yang diperoleh sumber media ini, Christian – Pelata telah resmi mengantongi rekomendasi tiga Parpol tersebut.
Sumber berinisial OP melalui pesan singkatnya membenarkan tiga parpol sudah memberikan tiket tersebut. Sehingga otomatis
dengan diperolehnya tiket tersebut, menurut OP mampu menghantarkan duet Christian – Pelata mendaftar di KPU MBD sesuai jadwal yang ditetapkan.

Dikatakan, rekomendasi tiga parpol tersebut telah memenuhi ambang batas 2,5 persen dari total 20 kursi di DPRD MBD, sebab Partai Gerindra memiliki 2 kursi, Hanura 3 kursi dan Golkar 3 kursi sehingga total 8 kursi.
Dengan demikian , kata sumber, isu santer di kalangan masyarakat MBD kalau pasangan incumbent akan melawan kotak kosong di Pilkada November 2024 hanya khayalan kosong.
Di lain pihak Balon Kada Bupati MBD Hendrik N. Christian setelah menerima rekomendasi Partai Golkar. Sabtu 27/8/2024 via pesan WhatsApp-nya yang beredar di group sosial media itu, sebagaimana juga diterima wartawan media, menyampaikan pesan tertulis, dengan pernyataannya:
“Puji Tuhan. Beta ingin sampaikan kepada semua Basudara, Om-om, Mama-mama, Kaka-kaka, Ade-ade dan semua keluarga besar MBD atas Doa Kepada Beta dan Bapa Henky sehingga harapan kita semua untuk mendapatkan rekomendasi partai politik untuk memenuhi persyaratan pencalonan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah di Kabupaten MBD dapat direstui oleh Tuhan dan terwujud sehingga telah memenuhi ambang batas 2.5% dari 20 Kursi DPRD Kabupaten MBD, yakni 8 Kursi dan siap bertarung dalam kontestasi Pilkada MBD tahun 2024. Adapun Partai Politik yang telah memberikan rekomendasi kepada kami pasangan HENDRIK N. CHRISTIAN DAN HENGKY R. PELATA antara lain :
1. Partai Hanura 3 Kursi
2. Partai Gerindra 2 Kursi dan;
3. Partai Golkar 3 Kursi
4. Jumlah : 8 Kursi.
Demikian kami sampaikan dangan tetap berharap kepada Tuhan Yesus Kristus. Kami berdua memohon Doa dan Dukungan dari Semua Basudra di Kabupaten MBD tercinta. Dokan kami kirinya Tuhan Yesus Kristus senantiasa memberikan kesehatan yang baik serta Berkat bagi kita semua dalam perjuangan menuju kemenangan. Kalwedo.”
*SEKILAS RIWAYAT*
Hendrik Christian mengenyam
pendidikan hingga mengabdi sebagai anggota Polri dan kemudian mengundurkan diri dari anggota kepolisian dan masuk menjadi anggota penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.
Hendrik tamatan SD Kristen Wonrerli tahun 1974, tamat SMP Negeri Wonrerli tahun 1977, kemudian menamatkan SMA 3 Negeri Ambon 1981.
Dalam masa tugas sebagai anggota Polri pada tahun 1985-2004, dan tahun 2005 sampai 2020 masuk sebagai penyidik KPK. Selanjutnya pada tahun 2024 terjun ke dunia politik, karena terpanggil membangun negeri kalwedo, tanah kelahirannya dengan hati nurani tanpa ada sekat.
Kekuatan hati nurani bersama masyarakat MBD inilah yang menguatkan tekad mantan perwira polisi ini mendaftar sebagai bakal calon orang nomor satu MBD.
Hendrik Christian akrab disapa Hendrik. Dia lahir dan besar di lingkungan keluarga sederhana. Ayahnya bernama Oktovianus Christiaan asal Pulau Kisar dan Ibu Chaterina Petrusz asal dari Pulau Leti.
Semasa di Pulau Leti atau pulau Serwaru Hendrik kecil menghabiskan masa kanak-kanaknya di Kampung Nuwewang dan Wonrerli Pulau Kisar.
Untuk masa sekolah, SD, SMP di Pulau Kisar Wonrerli dan lanjut SMA di kota Ambon. Setelah menamatkan SMA Negeri 3 Ambon 1981, Hendrik merantau ke Pulau Jawa. Di sana dia mengikuti tes sebagai anggota Bintara Polri di Mojokerto tahun 1984-1985 dan dan dinyatakan lulus dan mengikuti pendidikan perwira Polri 1998-1999.
Selama menjalankan tugas sebagai anggota Polri, Hendrik pernah ditugaskan sebagai pasukan khusus PBB dari anggota Polisi ke Kamboja tahun 1992. Dan juga di tahun 2000-2001 Hendrik ikut sebagai anggota polisi yang lolos seleksi masuk anggota PBB ke Bosnia-Herzegovina.
Pada tahun 2005 Hendri masuk sebagai penyidik anggota penyidik di lembaga anti korupsi tersebut.
Sebelumnya, Hendrik diberi kepercayaan menjabat sebagai Kasat Narkoba Polresta Malang Jawa Timur.
Setelah itu, dia mengundurkan diri dari kepolisian dan masuk ke KPK. Hendrik kemudian aktif dalam tugas pemberantasan Korupsi sebagai penyidik KPK yang berprestasi.
Sepanjang karir di KPK kurang lebih 15 tahun, dan pernah menjabat sebagai Direktorat Penyidikan Deputi Bidang Penindakan KPK RI.
Dalam karirnya Hendrik pernah melakukan sejumlah Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan memeriksa para pejabat negara yang berkaitan dengan kasus tidak pidana korupsi. Salah satu kasus menonjol, tepatnya pada tahun 2016 dalam pengeledahan ruang kerja wakil ketua Komisi V Fraksi PKS di gedung DPR RI, namun dihalangi Wkil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah.
Terjun ke Dunia Politik bukan hal yang gampang atu mudah, namun karena panggilan hati nurani yang menjadi kekuatan sebagai anak negeri dalam melayani masyarakat MBD secara menyeluruh maka perlu sosok pemimpin yang berjiwa besar dan adil bagi pembangunan fisik maupun membangun sumber daya manusia, tanpa ada sekat atau perbedaan.
Selain itu, Hendrik meras semangat perjuangan ini adalah awal dalam berkomitmen dari perpaduan tim relawan yang terbentuk di dua pulau besar Leti dan Kisar. Komitmen ini berdasarkan kondisi di daerah MBD saat ini dan melihat kurangnya pemerataan pembangunan yang terkesan jalan ditempat. Juga dalam praktik politik demokrasi hari ini masyarakat melihat dan merasakan bahwa sistim pemerintah hanya dikuasai oleh segelintir orang atau kelompok sehingga asas keadilan itu tidak dirasakan secara paripurna oleh seluruh masyarakat yang mendiami pulau terluar, tertinggal dan terdepan yang berbatasan langsung dengan Benua Kanguru dan Negara Timor Leste itu. ()


