Antisipasi Golput, KPU Malra Datangi Pemilih Pemula di Sekolah

IMG-20240911-WA0017

MediatorMalukuNews.com – Dalam upaya meningkatkan partisipasi masyarakat di Pemilu serentak 2024, KPU Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) meluncurkan terobosan baru melalui program “KPU Goes to School” yang lebih menyasar ke kaum muda termasuk para pelajar di sekolah untuk mengantisipasi golput

Kegiatan ini bertujuan memberikan sosialisasi sekaligus pendidikan kepada para pemilih pemula, khususnya siswa-siswi sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah sederajat lainnya.

Kegiatan bertema: “Peran Pemilih Pemula dalam Pilkada Serentak 2024” itu, KPU Malra langsung turun tangan menggelar sosialisasi di Aula SMA Al-Hilal Malra, Rabu (11/9/2024).

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara marathon di tiga sekolah, yakni SMA Al-Hilal, SMA Madrasah Aliyah dan SMK Siwalima Langgur.

Acara ini dibuka Ketua KPU Malra, Basuki Rahmat Oat sekaligus memberikan sosialisasi
menyongsong pesta demokrasi serentak 27 November 2024 mendatang.

Ketua KPU Malra ini didampingi Kepala Badan Kesbangpol, Moh Tukloy, Kabag OPS Polres Malra bersama mantan Anggota KPU demisioner.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.30 wit hingga pukul 12.00 wit itu, secara berturut Oat menyampaikan pentingnya peran pemilih pemula dalam pesta demokrasi serentak mendatang.

Baca juga :   Jasa Raharja Cabang Maluku bersama Satlantas Polres Kepulauan Aru Gelar 'Police Goes to School' dan PPKL di MTS Muhammadiyah Dobo

Dikatakan, kegiatan “KPU Goes to School” ini menggandeng unsur pemerintah daerah, seperti Badan Kesatuan Bangsa & Politik (Kesbangpol) serta pihak kepolisian.

Dalam sambutannya, Ketua KPU Malra menyatakan, pemilih pemula, termasuk generasi milenial dan Z, merupakan kelompok yang sangat penting.

Data nasional menunjukkan sekitar 56,45% dari total pemilih pada Pilkada 2024 berasal dari kalangan pemilih muda, yang jumlahnya mencapai 115 juta orang.

Menurut Oat, generasi ini tumbuh di era digital, dimana penggunaan ponsel pintar, khususnya Android, sudah menjadi bagian dari keseharian mereka. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya mengedukasi pemilih muda agar tidak mudah terpengaruh informasi tidak valid, terutama kampanye hitam yang marak di media sosial atau medsos.
Apalagi, berbagai konflik antar-remaja di wilayah ini sering kali terkait dengan pelajar, terutama menjelang Pilkada.

Dengan adanya program ini, Oat berharap para siswa lebih kritis menyaring informasi yang mereka terima melalui gawai dan berpartisipasi secara cerdas dalam Pilkada 2024.

Mengakhiri sambutnya Oat minta para siswa yang sudah berusia 17 tahun dapat menggunakan hak pilihnya dengan baik tanpa ada tekanan dari pihak manapun.

Baca juga :   Pertamina Gandeng Swiss Dorong Inovasi Berkelanjutan dan Pengembangan Pendidikan Vokasi

“Jang golput, karena itu haram hukumnya,” papar Oat.(Al)