Stevanus Termas Buat Undangan Terbuka ke Menteri PUPR dan Polisi serta Pemda MBD untuk Sikapi Dugaan Korupsi Proyek Air Bersih Marsela
MediatorMalukuNews.com – Stevanus Termas, salah satu warga Marsela, Kecamatan Pulau Marsela, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Provinsi Maluku yang juga pemerhati masalah sosial di wilayah tersebut, melayangkan surat undangan terbuka kepada pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, pihak Polda Maluku, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten MBD serta pihak Polres MBD yang juga diterima media ini, Kamis (12/9/2024) untuk meminta pihak tersebut menyikapi kasus dugaan korupsi pekerjaan Proyek Air Bersih di Pulau Marsela yang menurut Stevanus Termas perlu ditindaklanjuti para petinggi tersebut. Sebab kasus dugaan korupsi ini sudah dilaporkan sejak tahun lalu, dan terus dipertanyakan ke pihak penegak hukum. Sayangnya, menurut pria yang mengaku sebagai Ketua Persekutuan Muda-Mudi Kabupaten MBD (Pamakebar) itu, hingga kini tidak disikapi sebagaimana yang diharapkan. Sehingga pihaknya selaku warga negara Republik Indonesia merasa kecewa terhadap proses penanganan persoalan hukum di negeri ini Padahal menurut Stevanus Termas, pihaknya sudah menyerahkan sejumlah fakta beserta berbagai bukti perihal dugaan korupsi kepada pihak berwenang terkait kasus tersebut.
Termas menyatakan, saat ini masyarakat Pulau Marsela sangat membutuhkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan hidup tiap hari, tetapi apa daya, sebab sebagai masyarakat kecil pihaknya hanya mampu memohon kepada.pihak berwenang untuk disikapi demi kepentingan masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan terluar, tertinggal dan terjauh yang berbatasan dengan Timor Leste dan negara kanguru tersebut.

Begini isi surat undangan terbuka yang Stevanus Termas umbar, juga disampaikan ke media ini:
Marsela,12 September 2024
UNDANGAN TERBUKA
DENGAN HORMAT SAYA MENGUNDANG :
1. Bapak. Menteri PUPR
2. Bapak. Kapolda Maluku
3. Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya
4. Bapak. Kapolres Maluku Barat Daya bersama Tim Penyidik.
Untuk datang ke Pulau Marsela dalam Waktu dekat ini, untuk sama-sama dengan saya bersama masyarakat katong sama-sama naik ke (Gunung)/tempat Pekerjaan Proyek SPAM (AIR BERSIH) Marsela untuk Bapak/ibu langsung mengecek/melihat langsung Proyek Pemerintah Pusat (PUPR) yang ada di Kecamatan Pulau Marsela dimaksud, habis dari situ kita jalan sama-sama melihat jaringan perpipaan yang ada di sepanjang jalan dan di setiap desa”. Lanjut Bapak/ibu wawancara dengan masyarakat yang ada lebih khususnya para pekerja dalam hal ini masyarakat (Dusun Uwily & Desa Latalola Besar/LTB) yang turut memasang jaringan perpipaan yang ada supaya bisa mengetahui yang sebenarnya apa benar laporan kami di Polres Maluku Barat Daya yang sudah memakan waktu begitu lama itu benar/fakta sesuai di lapangan ataukah tidak. Karena kasus ini bagi kami bukti”nya sudah sangat jelas, baik itu dugaan tindak pidana korupsi dan Penyebaran Berita vHoax. Untuk itu dalam waktu dekat, Saya STEPANUS TERMAS bersama teman” Aliansi menanti Bapak/ibu di Kecamatan kami tercinta, karena pada tanggal,27 & 28 Januari 2023 Pemerintah Daerah MBD sudah memberikan infomasi Hoax/Bohong kepada 8publik lewat Situs/Website Pemda MBD
dan Mantan Kadis PU, mantan Camat Pulau Marsela OTIS MAULIAS, FREDY ULEMLEM lewat akun Facebook mereka masing” bawah Proyek Air Bersih di kecamatan Marsela sudah rampung dan masyarakat sudah menikmati Air Bersih, untuk itu Pemerintah menghimbau masyarakat untuk jaga dan rawat. Kacau daerah ini dengan perilaku- perilaku yang tidak bertanggung jawab. Kami masyarakat sangat dirugikan dengan pemberitaan yang ada maka pada tanggal 29 saya langsung mengecek semua kerja mereka yang ada ternyata semua itu Hoax, dan pada hari itu juga saya membuat laporan kepada pihak berwajib.
Bapak/ibu yang kami hormati, kami ini manusia, kami butuh Air Bersih untuk diMINUM, jadi kami tidak mau diTIPU. Ini Proyek AIR BERSIH bukan Air KOTOR.
Pemerintah Pusat mengeluarkan uang negara yang begitu banyak (Rp.13 milyar) itu ada tujuannya menjawab kebutuhan masyarakat maka proyeknya harus benar-benar tepat sasaran dan bermanfaat bagi Masyarakat di Kecamatan Pulau Marsela, bukan Rp.13 milyar dipakai habis, tetapi proyeknya GAGAL TOTAL, tidak ada Asas Manfaat bagi Masyarakat.
(MOHON DI BAGIKAN)
Hormat Saya,
STEPANUS TERMAS,S.Sos (tim)

