Dugaan Foto Berlatarbelakang Proyek Jalan Pemda Aru Disorot Warga, Collin Leppuy: Siapakah Bapak Pembangunan, Salim Pere atau Timotius Kaidel ?

IMG_20240925_160859

MediatorMalukuNews.com_ Menyikapi sejumlah narasi yang bergentayangan di ranah Medsos (Media Sosial) – Facebook seolah-olah pekerjaan jalan Pemda Aru di Dobo, pusat ibukota Kabupaten Kepulauan Aru dibangun atas jasa Timotius Kaidel (TK), salah satu calon Bupati setempat, pun ditambah peredaran sejumlah video yang diduga diperlihatkan oknum tertentu dari “Tim Aru Maju” serta dugaan mengedit foto Calon Bupati TK berlatar belakang jalan lingkungan Pemda Aru di Kota Dobo yang baru tuntas diaspal itu, ternyata mendapat sorotan sejumlah warga Aru. Beberapa warga menduga dan bilang, jangan mengelabui mata publik soal proyek pekerjaan yang digelontorkan dari uang milik negara bernilai jumbo itu.

Persoalannya, sejumlah warga menilai oknum yang diduga bermanuver dengan cara yang menempatkan posisi TK seolah-olah sebagai Bapak Pembangunan – yang membangun infrastruktur jalan Pemda Aru di pusat kota Dobo, hanya diduga berupa trik akal-akalan sebab berupaya menarik simpati warga yang tinggal di kabupaten julukan Jargaria, dan terkesan ingin mendongrak citra elektabilitas TK sebagai Calon Bupati. Padahal ini dinilai merupakan suatu bentuk dugaan rekayasa pembohongan publik Aru. Padahal yang mengerjakan proyek dimaksud adalah Kontraktor Salim Pere yang nota bene Direktur CV. Varia Karya Teknika.

“Kalau sudah begini maka sangat wajar jika publik Aru meluapkan satu pertanyaan rasional, bahwa sesungguhnya siapa yang pantas disebut bapak pembangunan, Pak Timo atau Pak Salim ?,” tandas Collin Leppuy kepada awak media ini via telepon seluler, Selasa (24/09/2024).

Salah satu Tokoh Muda Maluku asal Kepulauan Aru ini menilai, pernyataan bantahan Salim Pere terkait penanganan proyek bernilai Rp.7 miliar lebih yang dikumandangkan melalui kerangan pers resmi baru -baru ini kepada sejumlah wartawan, itu perlu dipertanyakan.
Mengingat secara jelas telah mengonfirmasi bahwa, tindakan menyebarkan video pembangunan jalan Pemda tersebut dimana di dalamnya ditempelkan foto Timotius Kaidel yang diduga kuat dilakukan oknum-oknum yang menamakan diri sebagai “Tim Aru Maju” itu dinilai merupakan tindakan pembohongan publik serta pencitraan politik. Karena faktanya, Salim Pere secara terang-terangan telah membantahnya kepada publik melalui pemberitaan awak media yang menyatakan bahwa pekerjaan proyek tersebut bukan milik pekerjaan TK, melainkan pihak Kontraktor Salim Pere.

Baca juga :   GMNI Duga Kejari Aru "Masuk Angin" Usut Kasus Ini

Tindakan sejumlah oknum yang mengaitkan TK itu, Leppuy menduga terkesan punya tujuan membentuk opini publik, bahwa proyek jalan dimaksud merupakan hasil ‘buah tangan’ TK yang nota bene menjadi salah satu oknum calon Bupati Aru 2024- 2029. Padahal fakta membuktikan bukan demikian. Sebab proyek tersebut murni merupakan hasil cucuran keringat kerja Salim Pere sebagaimana dalam keterangan resminya kepada media publik.

Bukan itu, saja kontraktor Salim Pere bahkan secara terang-terangan dan tegas menolak bila proyek bersangkutan tidak punya kaitan sama sekaki dengan Pilkada Aru atau dengan oknum Pasangan Calon Kepala Daerah (Paslon kada) tertentu di Kabupaten Kepulauan Aru.

Leppuy bertanya: Jika demikian, maka siapakah yang layak disebut Bapak Pembangunan, Timotius Kaidel atau Salim Pere !?

Dikatakan, membangun citra politik dalam momen pesta demokrasi itu boleh-boleh saja. Asalkan riil berbasis fakta dan data otentik, bukan sebaliknya.

“Tetapi jangan-lah membangun pencitraan politik dengan membohongi publik. Apalagi diduga menunggangi karya orang lain. Padahal perihal tersebut telah dibantah oleh orang itu sendiri (Kontraktor Salim Pere). Karena tindakan itu justru akan merusak proses demokratisasi di akar rumput yang berasaskan Luber dan Jurdil ini,” papar Leppuy.

Baca juga :   Upacara HUT TNI ke-79 di Kabupaten Aru Digelar di Lapangan Arafuru Mako Lanal

Diketahui, meski berkali-kali Direktur CV. Varia Karya Teknika, Salim Pere membantah paket pekerjaan Longsegment Jalan Raya Pemda Kabupaten Kepulauan Aru yang tak ada hubungannya dengan Calon Bupati Kepulauan Aru – TK, namun sejumlah narasi bergentayangan pada dinding facebook seolah-olah pekerjaan jalan tersebut milik TK.

Bukan hanya itu, akhir-akhir ini beredar sejumlah video yang disebarkan oleh kelompok Tim Aru Maju dengan mengedit foto Calon Bupati Timo Kaidel menggunakan latar belakang jalan yang baru diaspal pada lingkungan Pemda Aru.

Mereka menempatkan posisi Timo Kaidel seolah-olah sebagai Bapak Pembangunan yang membangun jalan tersebut demi mendapat perhatian masyarakat Aru untuk mendongrak elektabilitas TK sebagai salah satu Calon Bupati.

Salim Pere selaku Kontraktor Pelaksana pekerjaan proyek Jalan Pemda Aru, dalam moment konferensi pers bersama sejumlah wartawan di Aru, membatah hal tersebut, bahwa Calon Bupati TK tak ada sangut paut apapun dengan paket pekerjaan yang murni dikerjakan oleh pihaknya selaku Direktur CV. Varia Karya Teknika.

“Memang secara kasat mata bahwa alat yang digunakan adalah milik pak Timo (TK) tapi itu saya sewa. Di dalam dokumen penawaran pun, itu ada surat sewa antara pemilik dan saya sebagai direktur. Jadi, sebenarnya tidak perlu dikaitkan dengan itu, tidak ada hubungannya. Semua dokumen jelas bahwa itu ada surat sewanya dalam dokumen saya. Tolong jangan dikaitkan dengan tim sukses itu -lah. Jangan dikaitkan dengan Pilkada. Tidak ada urusan Pilkada dengan saya. Saya juga tidak pernah ikut-ikut Pilkada, saya cuma untuk bekerja, kerja saja sesuai dengan kontrak saya,” timpal Salin Pere, sebagaimana dilansir dari pemberitaan Media Online: Dharapos.com, Selasa (10/9/2024).

Baca juga :   Diduga Ada Kepentingan Oknum "Orang Kuat" di Pilkada Aru, Usulan Pencairan Dana Proyek Ikut Tersandera

Pernyataan senada dilontarkan Kontraktor Salim Pere di beberapa Media Online lainnya. Bahwa, pekerjaan tersebut bukan milik Calon Bupati TK.

“Saya tidak ada hubungan dengan itu. Apa urusannya politik dengan saya. Bahkan pekerjaan itu bukan milik Pak Timo (TK). Intinya, semua dokumen jelas. Bahwa itu ada kontrak penyewaan antara pemilik alat dengan saya di dalam dokumen,” demikian pengakuan Salim Pere sebagaimana dilansir dari Media Online: LEPANews.com, Rabu (11/09/2024).

Sementara itu pihak bersangkutan dan “Tim Aru Maju” belum berhasil dikonfirmasi terkait perihal perihal tersebut..(TIm)