Gerombolan Massa yang Hadiri Kampanye Paslon Kada Aru Nomor 2 Diduga Kebanyakan Dikerahkan dari Kompleks Lain
MediatorMalukuNews.com_ Sejumlah simpatisan atau gerombolan massa pendukung yang menghadiri kegiatan kampanye Pasangan Calon Kepala Daerah (Paslon kada) Kabupaten Kepulauan Aru nomor urut 2 kebanyakan diduga dikerahkan dari wilayah atau kompleks lain di beberapa wilayah di Dobo, Pusat Ibukota Kabupaten Kepulauan Aru untuk memberi kesan seolah-olah massa simpatisan Paslon kada nomor urut bersangkutan ‘meluap’ membanjiri jadwal proses tahapan kampanye Paslon kada nomor urut 2 di wilayah Kompleks Kampung Belanda, dan Wilayah Kompleks Kolombom- Dobo, pusat ibukota Kabupaten Kepulauan Aru.
Bukan itu saja, saat giliran/jadwal tahapan kampanye di wilayah Kompleks lain, fenomena yang sama pun terjadi. Sehingga sejumlah warga setempat mempertanyakan soal pengerahan ‘gerombolan’ massa yang tak dikenal datang dari wilayah Kompleks lain, dan juga mempertanyakan waktu serta jadwal lokasi kampanye yang sudah ditetapkan.
Informasi yang diterima menyebutkan kerap kampanye yang dilakukan pihak Paslon kada nomor urut 2, diduga sering dijumpai sejumlah besar massa pendukung nomor urut 2 yang bukan berasal dari kompleks yang punya jadwal kampanye. Diduga massa ini dikerahkan untuk berbaur di wilayah massa basis fanatik rival politik Paslon bersangkutan.
Sejumlah warga yang mendiami dua lokasi tersebut menduga, ini merupakan sebuah trik untuk membelok pikiran basis massa pendukung rival pesaing politik di dua lokasi tersebut, sehingga bingung, dan mengambang soal menentukan pilihan di puncak pesta demokrasi serentak 27 November 2024 mendatang.
UF, salah satu warga kompleks Kampung Belanda -Dobo mengungkapkan, sejumlah gerombolan massa tak dikenal di kompleks bersangkutan, itu entah didatangkan dari wilayah atau kompleks mana ? Sehingga diduga gerombolan massa itu dikerahkan untuk memadati tiap kampanye Paslon kada nomor urut 2. Padahal kedatangan gerombolan massa yang tak dikenal itu sama sekali tak dikenali warga Kompleks Kampung Belanda dan warga Kompleks Kolombom- Dobo sebelumnya.
“Warga kami hanya beberapa orang saja yang mengikuti kampanye itu sedangkan lainnya kami tidak kenal dari warga mana mereka datang,” ungkap sumber tersebut baru-baru ini.
Bukan hanya itu, AP Salah satu warga wilayah/Kompleks Kolombom dan juga Wara, Paslon bersangkutan diduga melakukan manuver hal yang sama.
Hal ini kata AP, agar upaya yang dilakukan rival politik itu diduga. dibuat untuk menarik simpati warga yang belum memiliki pilihan.
Sementara itu, pihak Paslon bersangkutan – yang diduga warga tersebut belum berhasil dikonfirmasi. (Tim)
