Diduga Pekerjaan “Liar” Akibat Tak Gantung Papan Informasi Proyek Sarana & Prasarana SMAN 11 MBD
MediatorMalukuNews.com_ Proyek Pembangunan Sarana Prasarana beserta Perabot di SMA Negeri (SMAN) 11 Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) yang disebut -sebut dibiayai dari anggota negara milik Dinas Pendidikan Provinsi Maluku senilai Rp.1, 1 milliar atau tepatnya Rp.1.137.123. 000, 00,- dalam proses pekerjaan.
Akan tetapi terpantau pihak kontraktor pelaksana proyek dimaksud tidak memasang papan informasi proyek.
Diduga ini dilakukan untuk mengakui publik sebagaimana lazimnya berbagai pengadaan atau pekerjaan proyek yang memakai uang negara.
Sebagaimana dikutip dari Website LPS Provinsi Maluku itu, diketahui biaya proyek tersebut bernilai Rp 1,1 miliar. Proyek itu dimenangkan CV Asmat,com yang beralamat di Jalan Mangga Dua, Kota Tual.
Sementara sebagai Konsultan Perencanaan adalah CV. Konami.
Namun sebelumnya, dalam pemberitaan media ini belum.lama ini – oleh Kepala Tukang, terkesan tertutup soal siapa kontraktor pemenang tender proyek bernilai jumbo tersebut. Sehingga menyampaikan bahwa CV Konami yang mengerjakan proyek dimaksud, dengan nilai proyek juga dikelabui hanya ratusan juta rupiah.
Padahal diketahui berdasarkan pantauan langsung di lokasi kegiatan proyek, ketika dilakukan pengecoran slop pondasi, kuat dugaan tidak menggunakan “cakar ayam” dan ukuran besi yang semestinya dipergunakan pada pengecoran tiang. Seharusnya besi sesuai data proyek harus menggunakan ukuran besi berdiameter 12 mm. Padahal faktanya lapangan terlihat besi yang dipergunakan berdiameter campuran 10mm dan 12mm.Akan tetapi lebih proyek ini didominasi menggunakan besi ukuran 10mm.
Selain itu, material lokal seperti pasir, diangkut dari dalam lokasi 1A kemudian dijual kepada para tukang.
Sesuai informasi yang diperoleh dari sumber terpercaya yang enggan mempublikasi namanya, membeberkan. bahwa pengangkutan pasir itu dilakukan langsung oleh oknum oknum guru tertentu yang bertugas sebagai tenaga pengajar di lembaga pendidikan menengah atas negeri di wilayah tersebut.
Hingga berita ini dipublish pimpinan SMA Negeri 11 MBD belum bersedia menjawab membalas pesan WhatsApp yang dikirim wartawan untuk mengkonfirmasi perihal dimaksud.
Sehingga terhadap persoalan proyek yang diduga “Abu-abu” itu, memunculkan beragam komentar dan spekulasi liar dari Warga Desa Rumahlwang Besar, Kecamatan Pulau Wetang, dimana letak pekerjaan proyek sarana dan prasarana tersebut di-handle oknum kontraktor atau pihak perusahaan bersangkutan.
Dengan demikian sejumlah masyarakat setempat meminta adanya pengawasan melekat dari pihak berwenang dan juga pihak DPRD Provinsi Maluku atupun pihak PPK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku terkait proyek tersebut.
“Bila perlu pihak terkait bisa turun langsung lihat pekerjaan proyek bernilai miliaran rupiah Itu,” ujar salah satu warga.
Sementara itu sejumlah pihak yang terkait dengan pekerjaan proyek bersangkutan belum berhasil dikonfirmasi. ( Ebeth Palpialy)
