Pj.Bupati Malra Minta Karya Jurnalis Mampu Ciptakan Kondisi Harmoni Jelang Pilkada
MediatorMalukuNews.com_bPenjabat (Pj) Bupati Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Samuel E. Huwae meminta karya para jurnalis yang melakukan aktivitas jurnalistik-nya di kabupaten julukan ‘Larvul Ngabal’ itu, mampu menciptakan situasi atau kondisi Malra yang harmoni dengan pemberitaan yang disajikan ke publik jelang Pilkada serentak 2024.
Demikian permintaan Huwae ketika didampingi Ketua KPU Malra, Basuki Rahmat Oat serta perwakilan Bawaslu, belum lama ini (22/11/2024) saat menggelar acara ‘Coffee morning’ bersama para awak media yang rutin melaksanakan tugas peliputan di kabupaten tersebut.
Di sela-sela acara ‘coffee morning’ yang berlokasi di Kafe Mama Oca Perumnas – Malra itu, Pj. Bupati menandaskan, kondisi Malra saat ini masuk dalam katagori Indeks Kerawanan Pilkada. Untuk menyikapi perihal tersebut, perlu dilaksanakan rapat singkat dengan berbagai pihak dalam rangka mendukung pengamanan tahapan puncak pilkada serentak yang dihelat tanggal 27 November, beberapa hari mendatang.
Kegiatan Coffe Morning selain di hadiri Ketua KPUD Malra Basuki Rahmat Oat serta perwakilan Bawaslu juga hadir seluruh Forkopimda di daerah tersebut.
Sehingga, dalam hal ini, pihak media juga menjadi salah satu yang dibutuhkan untuk berperan di dalamnya.
Dikatakan, kalau media saat ini sangat berpengaruh penting dalam sebuah demokrasi. Apalagi menjelang kontestasi pesta demokrasi tersebut.
“Peran media akan membangun peradaban dan demokrasi,”ucap Huwae.
Menurutnya, tanggung jawab itu, menginspirasi bahwa, demokrasi kali ini, merupakan pesta rakyat lima tahunan. Sehingga, pilkada kali ini, sangat bergantung pada semua pihak termasuk para jurnalis yang hadir.
“Baik Pemerintah Daerah, TNI/Polri, KPU, Bawaslu, rekan – rekan jurnalis.maupun masyarakat,” kata Huwae
Untuk itu, apapun yang dibuat seluruh komponen ini mengarah ke hal positif demi menciptakan konduktivitas iklim sejuk, serta menjadi level perekat di kalangan masyarakat Malra.
“Karena itu, saya berharap, dari karya jurnalis turu membawa kesejukan jelang pilkada nanti,” ujarnya.
“Karena hasil karya jurnalis juga dapat dibaca oleh banyak orang,”tambah Huwae yang pernah menjadi jurnalis di era tahun 1994-1999.
Saat ini, kata Huwae, kalau di Malra, dia sangat mengakui dan mengapresiasi kritikan yang berkaitan dengan jabatannya sebagai seorang Penjabat Kepala Daerah.
Diakuinya juga bahwa, dirinya tak pernah anti kritik terhadap jabatan yang diembannya.
Menurut orang nomor satu di Kabupaten berjuluk ‘Larvul Ngaval’ ini, berkaitan dengan berbagai kebijakan yang masih dalam takaran aturan, itu untuk sebuah kebaikan dan pembangunan masa depan di Malra, dia mengaku akan tetap siap mengklarifikasi setiap isu yang sengaja memprovokasi masyarakat jelang pesta demokrasi serentak 2024.
Untuk itu, kepada para jurnalis di Malra, Huwae berharap agar menciptakan kehidupan harmoni di daerah lewat karya-karya tulisan yang ada agar pilkada di daerah ini dapat berjalan dengan baik dan sukses sebagaimana yang diharapkan bersama.(Al).
