Menjelang HBKN Nataru 2024, Inflasi Maluku Terkendali

IMG-20241202-WA0037

Ambon, MediatorMalukuNews.com- Realisasi gabungan kabupaten/kota Provinsi Maluku mengalami inflasi pada November 2024.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka realisasiinflasi di Maluku pada November 2024 sebesar 0,25% (mtm).

Inflasi gabungan kabupaten/kota di Malukutercatat lebih rendah dibandingkan realisasi nasional sebesar 0,30% (mtm). Demikian Kepala Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Provinsi Maluku, Rawindra Adriansah dalam rilisnya kepada media di Ambon, Rabu (4/12/2024).

Secara spasial, inflasibersumber dari KotaAmbon sebesar0,71% (mtm). Namun demikian, inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tengah yang mengalami deflasi masing-masing sebesar-2,04% (mtm) dan -0,11% (mtm).

Inflasi yang terjadi di Malukuutamanya didorong olehrealisasi kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau. Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau tercatat mengalami inflasisebesar0,43% (mtm).

Inflasi kelompok tersebut, utamanya bersumber dari komoditas perikanan,a.l: ikan cakalang dan ikan tongkol yang masing-masing mengalami inflasi sebesar0,24% (andil, mtm) dan0,07% (andil, mtm).

Peningkatan harga ikan tangkap terjadi seiring melandainya produksi ikan dibandingkan historis periode yang sama di tahun 2023, di tengah berlangsungnya periode La Nina, yang mengakibatkan volatilitas tinggi gelombang laut terutama di perairan wilayah Maluku, sehingga nelayan terkendala untuk melaut.

Baca juga :   BANDARA PATTIMURA AMBON KEMBALI BERSTATUS INTERNASIONAL BERDASARKAN KEPUTUSAN MENTERI

Selain itu, komoditas bawang merah dan tomat turut mengalami inflasi dengan realisasi masing-masing sebesar 0,14% (andil, mtm) dan 0,13% (andil, mtm).

Periode tanam yang sedang berlangsung pada daerah sentra, serta terbatasnya pasokan dari luar daerah memicu terjadinya peningkatan harga komoditas bawang merah dan tomat.

Kelompok Transportasi turut mengalami inflasimenjelang HBKN Nataru 2024. Kelompok Transportasi tercatat mengalami inflasi sebesar 0,24% (mtm), yangdidorongoleh inflasi padakomoditas angkutan udara dengan andil sebesar 0,03 (andil, mtm).

Kecenderungan peningkatan harga komoditas angkutan udara dinilai pengaruh permintaan yang meningkat menjelang HBKN Nataru 2024.

Secara tahunan, pada November 2024, tekanan inflasi gabungan kabupaten/kota IHK di Provinsi Malukutetap terjaga.

Inflasi tahunan November 2024 tercatat 2,23% (yoy), meningkatdibandingkan bulan sebelumnya sebesar2,13%(yoy).

Tingkat inflasi tersebut lebih tinggidibandingkan inflasi Nasional sebesar 1,55% (yoy). Mesipun demikian,tingkat inflasi di Maluku masih berada dalam rentang sasaran inflasi Nasional tahun 2024yang ditetapkan pada rentang 2,5+1% (yoy).

Terkendalinya inflasi padaNovember 2024 seiringkeberlangsungan sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk terusmelaksanakan berbagai program pengendalian guna memitigasi terjadinya inflasi, khususnya komoditas pangan strategis.

Baca juga :   Dorong Daya Saing Global dan Kemandirian Usaha, BI Maluku Gelar Capacity BuildingĀ 

Adapun, beragam upaya pengendalian inflasi yang dilakukan, a.l: pasar murah/gerakan pangan murah/operasi pasar dan subsidi langsung ke pedagang yang terus didorong untuk memastikan keterjangkauan harga terutama komoditas perikanan dan hortikultura, selain itu dilakukan juga dukungan peningkatan produktivitas klaster pertanian dan klaster perikanan.

Lebih lanjut, upaya pemenuhan pasokan dalam provinsi terus diupayakan dengan dilakukannya Kerja Sama Antar Daerah (KAD), baik antar provinsi maupu intra provinsi. (ES)