Dinsos Malra Bantu Tiga Ohoi Terdampak Musibah Puting Beliung
MediatorMalukuNews.com_ Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) melalui Dinas Sosial kabupaten setempat menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) sejak tanggal 20 Desember 2024 kepada sejumlah warga terdampak bencana alam yang disebabkan angin puting beliung di tiga ohoi atau desa, yakni Debut, Rumah Dian di Kecamatan Manyeuw, dan Ohoi Ohoider Atas di Kecamatan Kei Kecil.
Kepala Dinas Sosial Malra, Hendrikus Watratan dalam surat edaran resmi menyatakan bantuan ini merupakan langkah cepat pemerintah daerah untuk meringankan beban masyarakat yang menjadi korban bencana tersebut.
Ia menegaskan, proses distribusi bansos akan dilakukan langsung di masing-masing ohoi terdampak bencana, sesuai jadwal yang ditentukan.

Berikut beberapa point penting terkait penyaluran bansos tersebut:
Bencana Alam: Angin puting beliung terjadi tanggal 17 Desember 2024 di Ohoi Debut dan Ohoi Rumadian, serta pada 18 Desember 2024 di Ohoi Ohoider Atas.
Jadwal Penyaluran : Bantuan akan disalurkan langsung ke tiga ohoi pada Jumat, 20 Desember 2024.
Prosedur Pengambilan : Para penerima bantuan yang namanya tercantum dalam daftar terlampir diminta membawa Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) serta berkumpul di Balai atau Kantor Ohoi masing-masing.
Pemerintah daerah juga menginstruksikan kepada Penjabat (Pj) Kepala Ohoi Debut, Ohoi Rumadian, dan Ohoi Ohoider Atas segera menginformasikan jadwal dan prosedur kepada keluarga terdampak bencana.
“Penyaluran bantuan ini adalah bentuk tanggung jawab dan kepedulian kami terhadap masyarakat yang terdampak. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban mereka dalam menghadapi musibah ini,” ujar Hendrikus Watratan.
Tembusan surat ini juga disampaikan kepada Pj. Bupati Malra, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Camat Kei Kecil, dan Camat Manyeuw sebagai bentuk koordinasi lebih lanjut.
Dikatakan, pemerintah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap cuaca ekstrim yang berpotensi terjadi di wilayah julukan ‘Larvul Ngabal’ ini selama musim penghujan.(Al).
