Ruas Jalan Pemprov di Pulau Babar MBD Puluhan Tahun Tak Diperhatikan

IMG-20250119-WA0010

MediatorMalukuNews.com_ Ruas jalan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku di Pulau Babar, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dilaporkan puluhan tahun tidak diperhatikan.

Akibatnya masyarakat yang mendiami pulau julukan 3T (Terluar, Terdepan, Tertinggal) itu menderita, terutama soal akses perhubungan darat menuju ke wilayah pusat kecamatan dan sekitarnya.

Laporan masyarakat setempat, menyebutkan, ruas jalan yang tidak mendapat sentuhan perbaikan itu terbentang puluhan kilometer, dimana menghubungkan dua wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Babar Barat dan Babar Timur.

Sejumlah warga mengaku, sarana jalan ini efektif dipergunakan tiap hari untuk arus mobilisasi warga untuk berbagai kepentingan. Sayangnya, ruas jalan tersebut rusak termakan usia akibat banyak lubang jalan menganga terbentang di atas badan jalan. Terlebih ketika tiba musim hujan. Kondisi ruas jalan tersebut penuh kubangan lumpur dan genangan air. Sehingga cukup sulit dilalui kendaraan roda dua, maupun empat. Bahkan ruas jalan tersebut kerap mengancam pengguna sarana publik milik Pemprov Maluku itu. Fenomena ini berbeda dengan kondisi ruas jalan nasional yang dibangun menggunakan dana APBN.

Baca juga :   Ombudsman Lakukan Penilaian Kepatuhan Pelayanan Publik di Pemkot Ambon

“Ruas jalan milik Provinsi Maluku ini seperti jalan tak bertuan sebab tidak ada perhatian dari instansi terkait,” kesal A.L, salah satu warga Pulau Babar ketika melintasi ruas jalan tersebut, belum lama ini.

Warga ini kesal sebab kerap kali ketika dirinya bersama warga lain dari desanya menuju pusat ibukota kecamatan, selalu terhambat oleh kondisi sarana publik itu.

“Kalau musim panas kurang sulit tetapi ketika musim hujan tiba, kendaraan sering tertanam dalam kubangan lumpur. Kondisi itu memang cukup sulit untuk dilalui,” ungkap warga tersebut.

Warga Pulau Babar ini berharap kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku terpilih, Hendrik Lewerissa – Abdulah Vanath nantinya mampu menyikapi keluhan masyarakat pulau terluar itu soal perbaikan jalan tersebut. Sebab jalan itu sangat penting untuk memobilisasi arus barang dan jasa sekaligus untuk meningkatkan kelancaran perekonomian masyarakat yang mengangkut hasil perkebunan dan lainnya.

L.A mengaku, ruas jalan pemprov di Pulau Babar yang menghubungkan dua kecamatan kecamatan ini sudah digusur sekitar tahun 1980-an dan baru dilakukan peng-aspal-an atau lapen sekitar 23 kilo meter di Kecamatan Babar Barat dan Kecamatan Babar Timur sekitar 9 kilo meter. Tetapi pengaspalan itu sudah rusak bertahun-tahun lamanya, dan kini tinggal bebatuan yang menganga, dan menjadi ancaman para pengendara yang tidak berhati-hati.

Baca juga :   Pemkab MBD Sudah Salurkan Bantuan Awal kepada Korban Gempa Tepa, ini Klarifikasi Kepala BPBD

Selain itu, sejumlah jembatan yang terbentang di atas aliran sungai yang mengalir di area jalan provinsi ada sekitar 22 sungai.
Jembatan -jembatan tersebut yang belum dapat perhatian 4 buah, sehingga diharapkan Pemprov Maluku bisa bisa menyikapinya.

A.L. meminta Pemprov Maluku di tahun 2025 ini memprioritaskan perbaikan sarana publik tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Binamarga Dinas Pekerjaan Umum (PU ) Provinsi Maluku, Aty Tuanaya yang dikonfirmasi perihal dimaksud di kantor-nya, sementara berada di luar daerah.

“Nanti beliau hari Senin baru masuk kantor karena ada dinas luar,” kata salah satu staf-nya kepada wartawan Jumat (18/1/2025)(S.Alyona/****)