Hadapi Tantangan 2025, Jasa Raharja Maluku Luncurkan Jargon ARIKA

IMG-20250203-WA0038

Ambon, MediatorMalukuNews.com- Jasa Raharja Wilayah Maluku secara resmi meluncurkan jargon ARIKA dalam Rapat Kick Off Meeting Inisiatif Strategis 2025, Senin (3/2/2025).

Jargon ini merupakan singkatan dari Adaptif, Responsif, Integritas, Kolaboratif, dan Andalan, yang mencerminkan semangat baru dalam meningkatkan pelayanan dan kinerja perusahaan.

Peluncuran jargon ARIKA bertujuan untuk menghadapi tantangan di tahun 2025 dengan lebih adaptif terhadap perubahan, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta menjunjung tinggi integritas dalam menjalankan tugas.

Menurut Erwin Setia Negara, Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Maluku, jargon ini akan menjadi pedoman dalam meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kami percaya bahwa jargon ARIKA akan menjadi semangat baru bagi kami dalam meningkatkan kinerja dan pelayanan. Kami berkomitmen untuk menjadi lebih baik dan lebih profesional dalam menjalankan tugas dan fungsi,” ujar Erwin.

Untuk mewujudkan jargon ARIKA, Jasa Raharja Maluku telah menyiapkan berbagai rencana aksi strategis, di antaranya:

1. Meningkatkan Kualitas Pelayanan Masyarakat

Jasa Raharja Maluku berkomitmen untuk memberikan layanan yang lebih cepat, tepat, dan transparan dalam menangani santunan serta meningkatkan kepuasan masyarakat.

Baca juga :   Program GERAK Syariah OJK di Maluku: Edukasi Keuangan Syariah untuk Pelajar, Santri, dan Masyarakat

2. Meningkatkan Kinerja dan Produktivitas Karyawan

Melalui berbagai pelatihan dan program pengembangan, Jasa Raharja Maluku berupaya meningkatkan kompetensi karyawan agar lebih profesional dalam menjalankan tugasnya.

3. Memperkuat Kolaborasi dengan Stakeholder

Sinergi dengan pemerintah, kepolisian, rumah sakit, dan mitra strategis lainnya terus diperkuat guna menciptakan sistem layanan yang lebih efektif dan efisien.

4. Pemanfaatan Teknologi Informasi

Dalam menghadapi era digital, Jasa Raharja Maluku akan mengoptimalkan teknologi informasi untuk meningkatkan efektivitas operasional dan mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan. (ES)