Soal Penggunaan Kontrasepsi, Malra Diharapkan Jadi Pilot Projek di Maluku

IMG-20250226-WA0073

MediatorMalukuNws.com – Kepala BPKKBD Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Hi Talib Renhoran mengatakan, soal penggunaan kontrasepsi kepada masyarakat usia subur untuk Kabupaten Malra diharapkan bisa dijadikan pilot projek di Provinsi Maluku.

“Harapan kita terhadap target yang ditekan oleh BKKBN Provinsi Maluku kepada Kabupaten Maluku Tenggara dan muda-mudahan ini Maluku Tenggara menjadi pilot projek untuk pelayanan ini pada 11 kabupaten/kota di Maluku karena ini dinilai, dan akan diberikan penghargaan pada saat rakor (Rapat koordinasi) program bangga kencana,” ujar Renhoran baru-baru ini.

Sebelumnya, Renhoran mengatakan,
kegiatan retret kepala daerah se-Indonesia di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah, Bupati Maluku Tenggara (Malra), Muhammad Thaher Hanubun berkesempatan bertemu sekaligus berbicara dengan Menteri untuk pelayanan kontrasepsi di pasar tradisional seluruh Indonesia. Dan untuk hal itu, langsung ditindaklanjuti oleh pihaknya.

Bahkan dia menambahkan, petugas yang dilibatkan pada kegiatan tersebut adalah Dinas Kesehatan dan Ikatan Bidan Indonesia, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) seluruhnya hadir bersama aparatur untuk melayani masyarakat yang membutuhkan pelayanan pemasangan alat kontrasepsi gratis.

Baca juga :   PJ Sekda Malra Minta Anggota Paskibra Tanamkan Rasa Nasionalis Dalam Diri

“Jadi petugas yang terlibat pada kegiatan ini adalah dinas kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara bersama ikatan bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Maluku Tenggara yang datang full aparaturnya untuk melayani warga masyarakat Kabupaten Maluku Tenggara yang membutuhkan pelayanan khususnya ibu-Ibu pasangan usia subur,” jelas Renhoran.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana itu juga mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan pihaknya bertujuan melayani masyarakat Kabupaten Malra dengan target bervariasi.

Dikatakan, untuk target dimaksud bervariasi karena di kabupaten julukan ‘Larvul Ngabal’ ini cenderung pelayanan implan jauh lebih bagus. Sebab sesuai dengan kebutuhan masyarakat itu sendiri. Bahkan masyarakat lebih cenderung menggunakan implan.

Renhoran menjelaskan, untuk implan, banyak dipergunakan mengingat masuk dalam alat kontrasepsi jangka panjang dari tiga sampai lima tahun. Sedangkan untuk jangka pendek itu suntik dan pil KB.(Al)