GMKI Ambon dan OJK Maluku Dorong Mahasiswa Cerdas Kelola Keuangan di Era Digital

IMG-20250516-WA0031

Ambon, MMN– Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Ambon Komisariat Ekonomi Universitas Pattimura berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku dalam menggelar Studi Visit dan Edukasi Keuangan bertema “Cerdas Kelola Keuangan & Menambah Income di Era Digital”. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 16 Mei 2025, di Gedung OJK Provinsi Maluku dan diikuti oleh puluhan mahasiswa lintas jurusan dari Universitas Pattimura (Unpatti).

Acara ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan di kalangan mahasiswa serta memberikan wawasan tentang cara mengelola keuangan pribadi dan memanfaatkan teknologi digital guna menambah penghasilan.

Ketua GMKI Komisariat Ekonomi Unpatti, Rivalia Pollatu, mengungkapkan bahwa penguasaan literasi keuangan merupakan bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan ekonomi masa depan.

“Kami ingin menciptakan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademis, tapi juga cakap dalam mengelola finansial,” ujarnya.

Sementara itu, Rovel Ayal, Analis Junior OJK Maluku, menekankan peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam membangun ekosistem literasi keuangan.

“Di era digital, mahasiswa harus dibekali pengetahuan finansial yang tidak hanya teoritis tapi juga praktis. Mereka harus mampu mengelola keuangan pribadi sekaligus memanfaatkan peluang ekonomi digital,” jelasnya.

Baca juga :   Gubernur Maluku Buka Sampul Ujian Sekolah di SMA Negeri 2 Ambon, Tekankan Integritas dan Peningkatan Mutu Pendidikan

Acara ini juga menghadirkan Body Wane Rupert Mailuhu, CEO Body’s Barber, yang berbagi pengalaman sukses dalam dunia wirausaha digital. Ia mendorong mahasiswa untuk mulai membangun bisnis sejak dini.

“Kunci sukses di era digital adalah kreativitas dan keberanian membaca peluang. Mahasiswa harus berani memulai usaha, baik skala kecil maupun melalui platform digital,” katanya.

Melalui kegiatan edukatif ini, GMKI Ambon dan OJK Maluku berharap dapat mencetak generasi muda yang melek keuangan, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan siap bersaing di era ekonomi digital, khususnya di wilayah timur Indonesia. (ES)