Kinerja Perbankan di Maluku Tumbuh Positif, Risiko Tetap Terkendali
Ambon, MMN- Kinerja sektor perbankan di Provinsi Maluku menunjukkan tren positif hingga Mei 2025. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), aset perbankan di wilayah ini mencapai Rp34,01 triliun, ditopang oleh Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp18,28 triliun dan penyaluran kredit sebesar Rp24,17 triliun.
Pertumbuhan kredit menjadi indikator utama yang mendorong kinerja perbankan Maluku, tercatat tumbuh sebesar 5,73 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Demikian Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku, Andi Yusuf kepada media melalui rilis yang diterima, Senin 4 Agustus 2025.
Komposisi DPK perbankan Maluku mayoritas berasal dari Current Account Saving Account (CASA) atau tabungan dan giro, yang mencakup 62,80 persen dari total DPK. Sementara itu, kredit konsumtif menjadi segmen dominan dalam penyaluran kredit dengan pertumbuhan mencapai 7,55 persen yoy.
Komitmen perbankan dalam mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terlihat dari realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp524,74 miliar yang telah disalurkan kepada 11.557 pelaku UMKM di Maluku sepanjang semester I 2025.
Kualitas kredit tetap terjaga dengan Non-Performing Loan (NPL) gross sebesar 3,21 persen, menunjukkan risiko kredit yang terkendali.
Sektor perbankan syariah juga menunjukkan pertumbuhan menggembirakan. Pembiayaan syariah tumbuh 17,18 persen yoy dengan tingkat Non-Performing Financing (NPF) yang rendah di angka 1,11 persen. Meski begitu, market share aset syariah baru mencapai 2,74 persen dari total aset perbankan di Maluku.
Di sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB), piutang pembiayaan tumbuh 4,43 persen yoy menjadi Rp1,42 triliun, dengan NPF sebesar 1,80 persen. Premi asuransi jiwa meningkat tajam sebesar 119,65 persen, sementara premi asuransi umum turun 13,50 persen yoy.
Untuk pembiayaan mikro: Program Mekaar telah menyalurkan Rp81,75 miliar kepada 52.781 nasabah perempuan, ULaMM menyalurkan Rp3,77 miliar, tumbuh 92,69 persen yoy, Bank Wakaf Mikro menyalurkan pembiayaan kepada 141 nasabah.
Sektor layanan keuangan digital juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Outstanding Peer-to-Peer (P2P) Lending mencapai Rp216,29 miliar, tumbuh 51,17 persen yoy, dengan 29.204 borrower yang dilayani.
Di sisi pasar modal, jumlah investor (Single Investor Identification/SID) meningkat menjadi 55.026, tumbuh 14,50 persen yoy. Nilai transaksi saham melonjak tajam sebesar 295,42 persen yoy, mencapai Rp299,90 miliar. (MMN)
