Tepis Sebarkan Data HIV – AIDS, Kadis Kesehatan SBB Nyatakan Hanya Berikan Data Jumlah Pasien Per Wilayah Kerja Puskesmas

IMG-20250805-WA0024

MediatorMalukuNews.com_ Mengkonfirmasi informasi yang beredar saat ini, dimana Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Geriman Kurniawan disebut-sebut membeberkan data pasien HIV-Aids beserta daerahnya penderita, langsung diklarifikasi Kadis tersebut.

Dalam komunikasinya kepada wartawan via jaringan WhatsApp-nya, Kurniawan mengungkapkan, persoalan ini bermula dari masalah sejumlah perempuan terindikasi melakukan kegiatan menjual ‘jasa kenikmatan’ di sebuah penginapan di Piru, pusat ibukota kabupaten SBB yang dapat mengakibatkan pelakunya terkena HIV- AIDS. Setelah itu, sejumlah awak media mengkonfirmasi dirinya terkait jumlah pasien pengidap pandemi itu di Kabupaten SBB, dan dirinya memberikan data rekapan jumlah penderita HIV-AIDS per wilayah Puskesmas sesuai tupoksinya.

” Yang Saya kirim adalah data jumlah Pasien Penderita HIV – AIDS per wilayah kerja Puskesmas bukan dalam bentuk pernyataan atau wawancara” cetus Kurniawan.

Ditanya apakah Kadis Kesehatan SBB ini menyebutkan data nama Pasien atau Penderita HIV tersebut, maupun lokasi domisilinya, Ia membantah.

Apa yang disampaikan Kadis kesehatan tersebut, adalah sudah sesuai dengan Tupoksinya selaku Pimpinan dan penanggung jawab kesehatan di Kabupaten julukan ‘saka mese nusa’, yaitu memberikan informasi jumlah pasien HIV-AIDS sesuai wilayah kerjanya, bukan menyebarkan data- data pasien HIV- AIDS ke masyarakat.

Baca juga :   Jamin Keamanan Obat dan Makanan, BPOM Ambon bersama Pemkab SBB Rakor TKPPOM

Ketika persoalan ini dikonfirmasi kepada Ketua Umum DPP Pro Jurnalis Siber, Mahmud Marhaba menyatakan, apa yang disampaikan oleh Kadis Kesehatan SBB adalah kompetensi dari Kepala Dinas tersebut, jadi wajar.

Menurut Marhaba, pernyataan tersebut dapat menimbulkan keresahan, tetapi jika tidak terjadi benturan di Masyarakat juga tidak apa- apa.

” Jika ada seseorang atau lembaga yang merasa dirugikan oleh pernyataan Dia (Kadis) itu baru masalah ” cetusnya.

Ketua Umum DPP PJS ini bahkan mengajak wartawan yang meliput persoalan ini, supaya melakukan klarifikasi ke Puskesmas setempat untuk menguji data kebenaran dari pernyataan Kadis itu..( Nicko Kastanja)