Kinerja PLN Rayon Namrole Mengecewakan Warga, Listrik Sering Padam di Kecamatan Waesama Tanpa Alasan Jelas
MediatorMalukuNews.com — Lampu milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang dikelola PT. PLN (Persero) Rayon Namrole di wilayah Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan, belakangan ini mengecewakan warga pelanggannya. Bagaimana tidak, sejumlah masyarakat mengaku kesal dengan kinerja pihak perusahaan ‘pelat merah’ tersebut. Persoalannya, pemadaman listrik sering terjadi di tengah malam tanpa alasan jelas. Perihal ini membuat sejumlah warga geram dan mempertanyakan profesionalitas kinerja PLN di lapangan.
Sejumlah warga di wilayah Kecamatan Waesama, khususnya yang mendiami pusat ibukota kecamatan mengaku, pemadaman listrik terus terjadi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini dinilai tak normal dan memperparah aktivitas masyarakat sebab sangat mengganggu.
Andi, salah satu warga Waesama kepada media ini mengatakan, sejumlah warga pelanggan PLN sudah berupaya menghubungi PLN pada unit penanganan gangguan kelistrikan. Dan itu disampaikan melalui Grup Stakeholder PLN untuk diteruskan kepada pihak Kantor Perwakilan PLN Rayon Namrole bernama Ismail tapi perihal itu belum digubris hingga kini.
Padahal pihak PLN Rayon Namrole sebelumnya berdalih bahwa pemadaman disebabkan gangguan sistem, gangguan jaringan serta kondisi emergency lainnya. Namun, tadi malam (18/11/ 2025), pemadaman kembali terjadi sekitar jam 21:14 wit tanpa ada informasi pihak PLN.
“Kami mencoba mengonfirmasi lagi, tetapi tidak ada respons dari pihak PLN. Sebagai pelanggan. Kami merasa tidak nyaman dengan pelayanan PLN, khususnya Rayon Namrole,” kesal Dani, salah satu warga Desa Waeteba.
Mewakili warga lainnya, dia berharap PLN Wilayah Maluku – Maluku Utara segera mengevaluasi kinerja Kepala Rayon Namrole lantaran acuh merespon keluhan warga pelanggannya, supaya pelayanan listrik bisa kembali normal, dan memberikan kepastian pelayanan maksimal bagi masyarakat demi pemenuhan kebutuhan vital tersebut.
Hal senada disampaikan
Dominggus Lesnussa, anggota DPRD Kabupaten Buru Selatan. Wakil rakyat ini mengaku kesal dengan cara kerja PLN setempat. Karena pelayanan listrik kepada masyarakat disebutnya tidak maksimal terhadap masyarakat.
Via WhatsApp-nya, dia katakan: “Itu (Pelayanan tak maksimal) menyakiti banyak orang. Kami sebagi DPRD selaku perwakilan masyarakat itu juga mempertanyakan seringnya terjadi pemadaman tanpa penjelasan resmi.”
Dalam grup stakeholder, ia menyampaikan keheranan sekaligus kritikan terhadap kinerja PLN Rayon Namrole terkait minimnya respons terhadap banyaknya keluhan masyarakat pengguna layanan listrik negara tersebut.
Sementara itu, pihak PT. PLN Rayon Namrole belum berhasil dikonfirmasi terkait keluhan warga kecamatan tersebut.(yanto )
