Ekonomi dan Investasi Lesu di SBB, Pemerintahan Asri Arman Harus Tegas Tata Arah Kebijakan Daerah

Oplus_131072

MediatorMalukuNews.com_ Tokoh Masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Marsel Maspaitella, S.H menyampaikan keprihatinannya yang mendalam terhadap kondisi pembangunan dan arah kebijakan Pemerintahan Bupati Asri Arman serta wakilnya, Selfinus Kainama. Keduanya dinilai belum tegas dan konsisten mengelola birokrasi dan pembangunan di daerah bertajuk ‘saka mese nusa’ itu.

Menurut Marsel, Kabupaten SBB sedang berada dalam situasi lesu ekonomi, dengan pertumbuhan yang berjalan sangat lambat, minimnya investasi baru dan sejumlah program pembangunan yang tertunda. Apalagi
kondisi ini diperburuk ketika pemerintah daerah tampak terlalu sibuk mengurusi warisan persoalan administratif pemerintahan sebelumnya, sehingga agenda pembangunan masa kini justru terabaikan.

“Kabupaten SBB tidak boleh berjalan tanpa arah, ketidaktegasan kebijakan dan ketidakpastian birokrasi telah membuat iklim ekonomi kita stagnan. Rakyat membutuhkan kepemimpinan yang berani mengambil keputusan, bukan kepemimpinan yang terjebak menyelesaikan masalah masa lalu,” tegas Marsel ketika ditemui di Piru, Jumat (21/11/2025).

Dikatakan, pertumbuhan ekonomi SBB mengalami perlambatan
Bberdasarkan tren data BPS, Produk Domestik Regional Brutto ( PDRB) Kabupaten SBB memang secara tahunan naik, namun dengan kenaikan yang sangat kecil.
Hal ini mengindikasikan ekonomi SBB sesungguhnya stagnan dan tak memiliki lompatan pembangunan.
Olehnya itu, Marsel menyoroti tiga persoalan utama, yakni:
1. Pertumbuhan Ekonomi Lesu.
Meski angka PDRB menunjukkan kenaikan, faktanya ekonomi berjalan di tempat. Sektor pertanian, perikanan dan jasa tak mengalami pertumbuhan signifikan karena kurangnya intervensi dan strategi daerah.
2. Minimnya Investasi.
Tidak ada terobosan untuk menarik investor. Banyak potensi daerah terbengkalai sebab birokrasi yang tak ramah, kebijakan yang berubah-ubah, dan tidak ada kejelasan arah pembangunan daerah.
3. Pembangunan Melambat.
Sejumlah proyek strategis, termasuk infrastruktur dasar dan pelayanan publik, bergerak lambat. Hal ini berdampak pada kualitas hidup masyarakat yang tak menunjukkan perbaikan signifikan.

Baca juga :   Wattimena: Panen Raya Bukti Kontribusi Ambon Dukung Swasembada Pangan Nasional 2026

Pemerintah terjebak mengurus masalah masa lalu. Untuk itu, tokoh masyarakat ini mengingatkan, meski pemerintahan sebelumnya meninggalkan pekerjaan rumah besar, namun pemerintah saat ini tak boleh larut dalam persoalan itu.

“Penyelesaian persoalan masa lalu penting, tetapi jangan sampai mengorbankan masa depan. Pemerintahan ini harus bergerak maju, bukan sekadar memadamkan api lama,” ungkapnya.

Untuk itu, Bupati dan Wakil Bupati segera :
1. Menegaskan Arah Kebijakan Pembangunan 2025–2030
Susun ‘roadmap’ pembangunan yang jelas, terukur dan fokus pada sektor unggulan daerah.
2. Melakukan Reformasi Birokrasi.
Tempatkan pejabat berdasarkan kompetensi, tingkatkan pengawasan kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan hadirkan birokrasi yang responsif.
3. Menghadirkan Iklim Investasi yang Kondusif.
Berikan kepastian hukum, permudah perizinan, dan ciptakan ruang aman bagi pelaku usaha lokal maupun nasional.
4. Mempercepat Eksekusi Program Pembangunan.
Tinggalkan pola kerja reaktif dan beralih pada pola kerja proaktif dengan hasil nyata bagi masyarakat.

Harapan untuk SBB Lebih Maju

“Kami berharap Bupati Asri Arman berdiri lebih tegas, lebih berani, dan lebih visioner. Daerah ini memiliki potensi besar, tetapi potensi itu tidak akan berarti jika pemerintah ragu-ragu. SBB butuh pemimpin yang bekerja untuk masa depan, bukan hanya merapikan masa lalu,” tutup Marsel Maspaitella.(Nicko Kastanja)