Kadis Pendidikan SBB Bakal Tindak Oknum PPPK yang Sebarkan Foto Prank BLT di FB
MediatorMalukuNews.com_ Persoalan prank foto dengan caption BLT (Bantuan Langsung Tunai) yang disebarkan salah satu oknum guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang bernama Santy Latusanay pada akun FB Santy Latusanay ditanggapi Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan SBB, Suhna Ummayah Patty. Kadis ini berjanji bakal menindak oknum guru PPPK tersebut.
“Baik..akan ditindaklanjuti dan terima kasih”. Tulis kadis dalam komentarnya ketika dihubungi media ini.
Bahkan saat ditemui di sela- sela rapat paripurna DPRD SBB dalam rangka penyampaian nota Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kabupaten SBB Tahun 2026, Jumat (28/11/2026), Patty menyatakan, ulah oknum guru PPPK itu segera ditangani oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan SBB pada hari Senin nanti (1/12/2025).
Sementara menanggapi pemberitaan sebelumnya yang berjudul: Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Harus Bina Oknum Guru PPPK yang Prank Foto Terima Bantuan Kesra 2025.
Itu, salah satu akun Pattiwael Huwae Hedy yang mengaku sebagai bendahara Desa Uraur, Kecamatan Kairatu, SBB menyampaikan ke media ini beberapa fakta, yakni :
1. BLT kesra tidak dibagi di kantor desa. Itu dibagi di kantor pos
2. Foto yang diposting itu, foto tahun 2023. Kedua orang yang memegang uang itu, ada uang honor panitia HUT RI yang dilakukan desa, dan dibagikan ulang.
3. Di Desa Uraur, BLT tidak dibagikan untuk PNS atau yang mempunyai pekerjaan yang layak. Karena ada persyaratannya.
Persoalan ini diketahui bermula ketika oknum guru PPPK Santy Latusanay memposting foto prank menerima bantuan di Kantor Desa Uraur, padahal dirinya seorang ASN yang tidak sesuai juknis menerima bantuan bagi keluarga miskin.
Menurut salah satu sumber yang enggan dimediakan, perbuatan Latusanay bisa menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat untuk pembagian BLT, terutama BLT Kesra sebagai program baru Pemerintah – RI. Bahkan ulah yang bersangkutan dinilai bisa mempersulit pekerjaan sejumlah pihak ketika mensosialisasikan program tersebut. (Nicko Kastanja)
