Rusak Diterjang Ombak, Tokoh Masyarakat SBB Ini Minta Talud Penahan Ombak di Dusun Melati Dibuat Berundak
MediatorMalukuNews.com_ Talud penahan ombak di Dusun Melati, Desa Waisala, Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) kini rusak. Kerusakan ini disebabkan tak mampu menahan terjangan ombak tiap tahun di bibir pantai dusun tersebut.
Posisi Dusun Melati yang berhadapan dengan Pulau Kelang itu juga menerima dampak dari Laut Banda.
Melalui rilis yang dilayangkan ke media ini, Minggu (4/1/2026), Tokoh Masyarakat Dusun Melati, Ali Isa meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) SBB atau pun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, bahkan pihak Kementrian PUPR RI menyikapi perihal dimaksud, sebab itu menyangkut keselamatan warga.
Menurut Ali Isa, persoalan tak kuatnya talud menahan terjangan ombak, dan juga ditambah abrasi di bibir pantai Dusun Melati boleh dibilang besar, sehingga dapat mengancam pemukiman penduduk.
Mengingat sejak dirinya kecil hingga kini pengikisan tanah oleh air laut di dusun tersebut, sudah menghampiri 100 meter dari garis pantai yang lama.
Adapun alasannya meminta perhatian Pemerintah lantaran ancaman alam terhadap pemukiman warga cukup nyata. Pasalnya, sekian banyak rumah terancam tergerus oleh air laut. Juga, karena terdapat fasilitas vital warga yang juga terancam, yakni Masjid.

Untuk penanganan ini, Ali Isa meminta pembuatan Talud jangan seperti biasa tetapi model talud yang menonjol ke bagian bawah, berundak, atau pyn bisa dibuat pemecah ombak seperti yang dibuat di Desa Wapirit.
Tokoh Masyarakat Melati ini mengaku, selama ini pihaknya pro aktif meminta perhatian dari Pemda SBB tetapi masih ditunda dengan alasan belum adanya anggaran memadai.
Informasi yang dihimpun, talud penahan ombak Dusun Melati ini dibuat pada masa Pemerintahan Bupati SBB, Muhamad Yasin Payapo, tahun 2019. Tetapi, lantaran desain talud dibuat biasa saja, maka tak mampu menahan ombak pada musim – musim gelombang kuat. (Nicko Kastanja)
