Puskesmas Tela di Pulau Babar Belum Beres sejak 2021, Warga Desa Merana
MediatorMalukuNews.com – Pembangunan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Tela di Pulau Babar, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), hingga kini belum beres alias tak kunjung rampung sejak dibangun tahun 2021. Padahal pekerjaan puskesmas ini sudah dikerjakan beberapa tahap lamanya, akibatnya, masyarakat dibuat merana sebab proses pelayanan kesehatan dasar di wilayah desa ini menjadi persoalan yang sangat dibutuhkan.
Sejumlah pihak menilai, belum beresnya pekerjaan sarana pelayanan kesehatan salah satunya disebabkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) MBD dibawah kendali Bupati Benjamin Noach diduga tak peduli dengan persoalan kesehatan masyarakat-nya.
“Puskesmas ini sudah dibangun sekian lama tapi belum juga selesai,” demikian lapor salah satu warga desa Tela kepada wartawan menyikapi keterlambatan pembangunan gedung puskesmas tersebut kemarin.
Dikatakan, pembangunan gedung Puskesmas Tela dengan ukuran 9×30 meter persegi itu, mulai dibangun sejak tahun 2021 – diawali dengan mengerjakan fondasi dan tiang beton sampai sebatas pengecoran ring balok. Namun setelah itu, aktivitas pekerjaan gedung ini dihentikan hingga tahun 2022.
Di lain pihak, gedung puskesmas lama merupakan bekas kantor Puskesmas Pembantu (Pustu) yang sangat kecil itu, diketahui sudah tidak layak pakai, tetapi masih tetap dipergunakan walaupun terlihat atap bangunannya bocor di sana- sini, dan memprihatinkan.

“Pada awalnya kami berterima kasih kepada pemerintah daerah ketika mulai bangun gedung puskesmas baru, tapi nyatanya pekerjaan untuk selesaikan bangunan puskesmas baru sangat lambat sekali,” kesal warga desa tersebut diamini sejumlah warga lainnya.
Ditambahkan, nanti pada tahun 2023 pembangunan Puskesmas Tela dilanjutkan lagi oleh kontraktor dengan memasang rangka atas dan menutup atap bangunan tersebut. Sayangnya, proses pekerjaan sarana pelayanan kesehatan masyarakat ini juga tak kunjung rampung.
“Di sini-lah kami sebagai masyarakat menilai pemerintah daerah kemungkinan tidak serius terhadap pelayanan kesehatan masyarakat,” kesal warga tersebut.
Padahal, menurut warga desa tersebut, sudah merupakan tanggung jawab negara dalam pemenuhan hak atas kesehatan masyarakat berdasarkan undang- undang negara tahun 1945.
Mengkonfirmasi soal kebenaran tuduhan warga tersebut – yang menyatakan Pemda MBD lamban dan tak serius membangun fasilitas Puskesmas Desa Tela, kemudian wartawan media ini mendatangi Kepala Puskesmas Tela, Rudy Unaniona baru -baru ini (11/7/2024) di ruang kerjanya.
Kemudian, Rudy Unaniona menjelaskan, dirinya sendiri tak tahu alasan mengapa sampai ini bisa terjadi. Prinsipnya, pihaknya hanya bisa melayani kesehatan masyarakat. Dan untuk urusan pekerjaan pembangunan Puskesmas itu, dia enggan menjelaskan lebih jauh.
Kendati demikian, Kepala Puskesmas ini ‘ngaku mendapat informasi bahwa, kemungkinan pembangunan gedung ini terhambat disebabkan adanya keterbatasan anggaran sehingga Puskesmas Tela dikerjakan secara bertahap.
Menjawab lebih jauh soal jumlah anggaran, baik tahap I tahun 2021 maupun 2023, Kepala Puskesmas ini juga mengaku tak tahu, termasuk gambar denah bangunan.
Padahal diketahui penduduk Desa Tela diperkirakan berjumlah 1500 jiwa, dimana mereka sangat membutuhkan keberadaan puskesmas yang layak sebagai kebutuhan dasar layanan kesehatan tingkat pertama yang sangat dekat dengan masyarakat.
Di lain pihak, Kepala Dinas Kesehatan MBD, Marhen Rahakbauw yang dikonfirmasi soal keterlambatan pembangunan gedung puskesmas Desa Tela melalui aplikasi WhatsApp dalam keterangannya menyampaikan, pembangunan gedung puskesmas Desa Tela dikerjakan secara bertahap. Semua ini karena anggaran yang tersedia terbatas. Sehingga nanti di tahun 2025, baru Puskesmas di desa ini bisa rampung. (Eki)
