Demo di Kantor DPRD Maluku, Mahasiswa Tuntut KM.Sanus Singgahi Semua Pulau di Kabupaten MBD
MediatorMalukuNews.com_ Puluhan mahasiswa asal Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) baru-baru ini (21/1/2026) menggelar aksi demo di Kantor DPRD Provinsi Maluku. Mereka menuntut wakil rakyat di lembaga legislatif campur tangan mendesak pihak-pihak berkompeten yang mengurusi Kapal Motor Sabuk Nusantara (KM.Sanus) segera mengembalikan rute kapal perintis tersebut ke jalur sebelumnya untuk menyinggahi seluruh pulau di kabupaten yang berbatasan dengan negara Australia dan Timor Leste itu.
Aksi demo mahasiswa yang menyatakan diri sebagai Aliansi Mahasiswa MBD ini dilakukan sebab kata mereka, saat ini rute kapal Sanus disebut-sebut tak lagi menyinggahi sejumlah pulau yang berada di kabupaten tersebut, seperti Pulau Luang, Kecamatan Mdona Hyera, Kroing, Kecamatan Babar Timur dan Pulau Dewelor-Dawera, Kecamatan Dewelor-Dawera.
Sehingga aksi yang disebut mewakili keluhan sejumlah masyarakat kepulauan terluar itu dilampiaskan.
Sayangnya, aksi demo yang mendapat kawalan aparat kepolisian itu, tak ada tanggapan sama sekali. Sebab seluruh anggota legislatif Maluku itu sementara berada di Jakarta untuk penyampaian aspirasi masyarakat Maluku.
Kendati tak ada para legislator di tempat, tetapi kelompok mahasiswa ini terus melontarkan kekesalannya sambi berorasi. Dengan bentangan beberapa tulisan di kertas, mereka berteriak agar jangan ada lagi perlakuan diskriminatif terhadap masyarakat yang tinggal di sejumlah pulau di Kabupaten MBD, sebab itu menutup akses perhubungan laut yang berimbas buruk bagi sektor perekonomian masyarakat kecil di kepulauan tersebut.
Bagi mereka, perubahan rute kapal-kapal Sanus sangat berdampak buruk, bahkan bisa mematikan roda ekonomi rakyat kecil di sejumlah kepulauan itu. Olehnya, mereka mendesak armada Sanus tetap diarahkan menyinggahi seluruh pulau yang terkategori 3T atau, terdepan terluar dan tertinggal itu, sehingga roda perekonomian masyarakat di sana dapat berjalan lancar sebagaimana diharapkan.
Ketua Gerakan Mahasiswa (Gema) MBD, Patrik Laurika meminta anggota DPRD MBD dan perwakilan rakyat di DPRD Provinsi Maluku jangan terlalu berwacana di medsos, tetapi harus menyikapi kepentingan umum masyarakat seperti moda transportasi laut ini. Dan, diharapkan, tuntutan yang mereka sampaikan dapat diteruskan ke pihak Kementerian Perhubungan.
Dia bersama rekan-rekannya menyatakan akan terus mengawal tuntutan masyarakat MBD ini agar kapal-kapal Sanus bisa kembali melayari seluruh pulau di wilayah tersebut, sehingga
masyarakat MBD tak lagi diperlakukan tidak adil soal sarana pelayanan perhubungan laut itu.(****)
