Wakano: Kolaborasi Pemuda Lintas Agama Kembangkan Pertanian Adalah Upaya Memajukan Negeri dan Hormati Toleransi

IMG-20260209-WA0010

MediatorMalukuNews.com_ Rencana Tokoh Koordinator Pengembangan Pertanian di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Mansur Tuharea untuk mengundang generasi muda lintas agama mempelajari pertanian di Kebun Ketahanan Pangan miliknya di Desa, Hatusua, Kecamatan Kairatu Barat, SBB mendapat tanggapan positif Tokoh Masyarakat SBB, Gerald Wakanno.

Dalam rilisnya kepada media ini, Minggu, (9/2/2026), Wakanno menyatakan, terobosan itu sangat bagus, karena mengajak generasi muda mau mengenal, mempelajari dan mencintai pertanian, juga memotivasi mereka agar ilmu yang telah diterima dapat diterapkan di lokasi mereka.

Selain itu, Wakanno menyoroti tentang pentingnya nilai kolaborasi antara dua kelompok komunitas pemuda itu – dalam menjalankan kegiatan memajukan negeri secara bersama dalam bingkai hidup ‘orang basudara’ dan menjunjung nilai- nilai toleransi.

“Ini sebuah ide yang sangat brilian jika kedua komunitas bisa membuat kebun percontohan secara bersama” jabarnya.

Menurut Wakanno, apa yang dilakukan Mansur Tuharea merupakan suatu cara memotivasi masyarakat agar membangkitkan perekonomian di Seram Bagian Barat, disamping mendukung program agromarin yang merupakan visi misi pasangan Asri Arman – Selfinus Kainama dalam Pilkada SBB 2024 lalu.

Baca juga :   BKP-BTR Rayakan Idul Adha Bersama Masyarakat

Menurut anak asli ‘saka mese nusa’ ini, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut program pemerintah daerah yang diinisiasi tokoh masyarakat yang memiliki keinginan kuat memajukan daerah sehingga ada nilai positif dari kegiatan ini.

“Nilai positif itu adalah menekan laju inflasi karena ada sejumlah sayuran dan bumbu dapur yang masih didatangkan dari luar Maluku” urai Wakanno, sembari mengimbau petani Maluku harus juga berkecimpung dengan pertanian jangka pendek, mengingat selama ini petani Maluku lebih fokus pada pertanian jangka panjang dengan tanaman umur panjang seperti cengkih, pala, kelapa dan lainnya yang membutuhkan waktu lama untuk panen, yakni 5- 10 tahun dari waktu masa tanam.

“Kalau sayuran seperti ketimun dan kacang panjang dan sayuran lainnya inikan butuh 40 – 50 hari sampai masa panen.” cetusnya.

Wakanno mengungkapkan model pertanian dengan menanam sayuran (Hortikultura) baik sayuran buah seperti ketimun, terung, gambas, labu siam maupun sayuran daun kangkung, bayam, Sawi maupun bumbu dapur harus juga dipelajari petani Maluku secara baik agar dapat bersaing setara dengan petani di daerah lainnya.(Nicko Kastanja)