Wattimena: Perbedaan Harus Jadi Kekuatan dalam Persatuan Sebagai Sesama ‘Orang Basudara’

IMG-20260212-WA0029

MediatorMalukuNews.com_ Perbedaan harus menjadi perekat kekuatan bersama dalam persatuan. Nilai- nilai kehidupan yang dimiliki merupakan akar kuat mengikat hubungan kita sebagai sesama ‘orang basudara’ yang tinggal di tanah raja-raja ini.

Demikian kata Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena dalam Seminar bertemakan: “Penguatan Karakter Bangsa untuk Mendukung Asta Cita dalam Semamgat Hidup Orang Basudara melalui Pendekatan Leterasi Keagamaan Lintas Budaya” yang diadakan di Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Kamis (12/2/2026).

Dalam sambutannya, Wattimena menekankan keberagaman masyarakat yang tinggal di Provinsi Maluku,
khususnya Kota Ambon, pusat ibukota julukan seribu pulau ini, harus dipandang sebagai suatu kekuatan utama dalam menapaki kehidupan berbangsa.

Menurut dia,  nilai-nilai kearifan lokal merupakan pondasi sebagai upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Semangat persaudaraan yang selama ini menjadi perekat sosial diharapkan tidak hanya berhenti sebagai literasi sejarah, tetapi aktif dihidupkan dalam perilaku sehari-hari untuk menangkal potensi polarisasi, eksklusivisme beragama, dan segregasi sosial,” kata ujar orang nomor satu Kota Ambon ini.

Wattimena pun menyampaikan, literasi itu bukan sekedar kecerdasan intelektual semata, melainkan pemahaman mendalam untuk mewujudkan perdamaian, cinta kasih dan keadilan. Olehnya itu, seluruh elemen masyarakat di daerah ini harus mengedepankan dialog dalam setiap penyelesaian suatu persoalan.

Baca juga :   Direktur AMO Kembali Dipercaya Masuk Tim Seleksi Nasional Jejaring Kota Kreatif UNESCO 2027

“Menjaga kota ini bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab kita bersama untuk memastikan masa depan yang mengedepankan dialog dan persaudaraan,” tukasnya.

Di tempat yang sama Gubernur Maluku dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Maluku, Sadali ie
berharap  seluruh peserta seminar harus menjadi duta perdamaian yang cerdas secara keagamaan dan dewasa secara kultural. Sehingga lewat seminar ini dapat  dipastikan berbagai program strategis pemerintah daerah benar-benar diimplementasikan mewujudkan masyarakat Maluku yang maju, adil dan sejahtera menyongsong ‘Indonesia Emas 2045 par Maluku pung bae.’

“Selamat melaksanakan seminar di hari ini. Mari terus rawat persaudaraan ini, sebagaimana lewat pendekatan budaya orang Maluku, potong di kuku rasa di daging. Dari katong samua untuk Maluku dan Maluku untuk Indonesia,” pungkasnya.(*)