Keberagaman di Kota Ambon Harus Dikelola Sebagai Kekuatan

IMG-20260301-WA0018

MediatorMalukuNews.com_Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena mengatakan, keberagaman di Kota Ambon harus dikelola sebagai suatu kekuatan.
Demikian kata Wali Kota pada Festival Budaya “Katong Orang Basudara” di kawasan Gong Perdamaian Dunia, di pusat Kota Ambon, Sabtu malam
(28/2/2026).

Diungkapkan, panggung budaya menjadi salah satu cara efektif merawat persaudaraan sekaligus memperkenalkan warisan tradisi kepada generasi muda.

“Budaya bukan hanya warisan, tetapi bisa menjadi solusi masa depan. Lewat kolaborasi seni tradisional seperti totobuang, bambu, rebana, hingga musik modern, kita menunjukkan bahwa perbedaan bisa melahirkan harmoni,” ujar orang nomor satu Kota Ambon ini.

Menurut dia, keberadaan Gong Perdamaian yang terletak di jantung Kota Ambon bukan sekadar monumen, tetapi simbol komitmen warga kota ini menjaga hidup ‘orang basudara’ dan tak mau mengulangi konflik masa lalu.

Kegiatan ini menghadirkan kolaborasi seni tradisional, musik modern hingga seni islami sebagai ruang temu keberagaman masyarakat Maluku.

Festival ini digagas komunitas seni dan didukung Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan melalui LPDP, serta mendapat rekomendasi Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dan dukungan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XX.

Baca juga :   Gubernur Maluku Buka Musrenbang RKPD 2026: Masuki Fase Percepatan dan Penguatan Sinergitas

Ketua Panitia, Martin Patileimonia menjelaskan kegiatan tersebut melibatkan komunitas budaya, lembaga keagamaan, paduan suara, kelompok musik, hingga sanggar seni. Tujuannya memperkuat pelestarian budaya lokal sekaligus memberi ruang apresiasi bagi musisi dan pelaku seni Ambon.

Ia mengatakan festival ini juga mendukung posisi Ambon sebagai kota kreatif dengan mendorong kolaborasi lintas tradisi dan generasi.

Pemkot Ambon berharap kegiatan serupa terus digelar sebagai ruang dialog budaya yang memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat majemuk.(*)