Panen Perdana Semangka Desa Tematik di Desa Wali, Pertama di Kabupaten Buru Selatan

IMG-20260427-WA0009

MediatorMalukuNews.com – Panen perdana semangka dalam program desa tematik untuk pertama kalinya dilaksanakan di Desa Wali, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan pada 27 April 2026.

Kegiatan ini berlangsung di Kantor Desa Wali dan secara resmi dibuka oleh Penjabat Kepala Desa Wali, Kartini Soamole.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan agar kegiatan ini menjadi tonggak awal pengembangan sektor pertanian berbasis desa di wilayah tersebut.

Acara panen perdana ini turut dihadiri sejumlah pihak terkait, di antaranya perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Buru Selatan, Ibu Mila selaku Kepala Bidang, Ketua BPD Moh. Ali Badrun Seknun, serta Tenaga Ahli Kabupaten Buru Selatan, Bapak Joko Murtiono selaku Koordinator TPP Kabupaten Buru Selatan.

Hadir pula tenaga ahli pemberdayaan masyarakat, Andre Noya dan Bob Birahi, Koordinator Kecamatan (Korcam) Syarifudin Taipabu dan Gammar Isan, serta Pendamping Lokal Desa (PLD) Desa Wali, Saleh Seknun. Kegiatan ini juga melibatkan unsur keamanan dan kelembagaan desa, seperti Babinsa Farid Marabessy, Direktur BUMDes Desa Wali Lopi Yanto, anggota BUMDes, serta masyarakat yang turut berperan aktif dalam pengelolaan program desa tematik tersebut.

Baca juga :   Kinerja PLN Rayon Namrole Mengecewakan Warga, Listrik Sering Padam di Kecamatan Waesama Tanpa Alasan Jelas

Dalam sambutannya, Kepala Bidang Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Buru Selatan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa dan pengurus BUMDes Desa Wali atas inisiatif dan kerja sama dalam mengembangkan program desa tematik.

Sementara itu, pihak Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Buru Selatan menegaskan bahwa panen perdana ini merupakan yang pertama di tingkat kabupaten. BUMDes Desa Wali dinilai telah menunjukkan potensi dalam memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PAD).

Namun demikian, pengelolaan usaha desa diharapkan tidak berhenti pada satu kali panen saja. BUMDes harus mampu mengelola usaha secara berkelanjutan, mulai dari perencanaan produksi, pemasaran hasil panen, hingga manajemen keuangan yang transparan dan akuntabel. Setiap pemasukan dan pengeluaran harus dicatat dengan baik agar usaha dapat terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang.

Selain itu, pengelolaan BUMDes juga harus mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), termasuk dalam pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU), alokasi untuk operasional, serta kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa.

Disampaikan pula bahwa dengan adanya keterbatasan anggaran desa akibat kebijakan pemangkasan dari pemerintah pusat, desa dituntut untuk lebih mandiri dan inovatif. Desa Wali yang saat ini telah masuk kategori desa maju diharapkan dapat segera bertransformasi menjadi desa mandiri melalui penguatan kelembagaan dan optimalisasi potensi lokal.

Baca juga :   25 Peserta Ikut Seleksi JPTP Pemkot Ambon

Panen perdana semangka ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah desa, BUMDes, serta berbagai pihak pendamping dalam mendorong peningkatan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian. Program desa tematik ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Buru Selatan dalam mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan.
(L)