BI Maluku – TNI AL Gelar EksJangkau Pulau 3T, BI Maluku – TNI AL Gelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026
Ambon, MMN- Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, D. A. Nugraha, menegaskan komitmen pihaknya dalam menjaga ketersediaan uang Rupiah layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang yang menegaskan bahwa Rupiah merupakan simbol kedaulatan negara yang harus dijaga keberadaannya di tengah masyarakat.
“Sebagai lembaga yang berwenang dalam pengedaran uang Rupiah, kami harus memastikan ketersediaan uang yang berkualitas, dalam jumlah cukup, serta pecahan yang sesuai kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Maluku,” ujar Nugraha, Rabu (29/4/2026)
Ia menjelaskan, kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, termasuk Provinsi Maluku, menjadi tantangan tersendiri dalam distribusi uang Rupiah. Apalagi, sejumlah wilayah berbatasan langsung dengan negara lain dan memiliki keterbatasan infrastruktur.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Bank Indonesia bersinergi dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut dalam program Ekspedisi Rupiah Berdaulat yang telah berjalan sejak 2012.
Hingga kini, program tersebut telah menjangkau 766 pulau melalui 150 kegiatan ekspedisi.
Pada tahun 2026, Bank Indonesia dan TNI AL sepakat memperluas layanan dengan melaksanakan 23 kali ekspedisi yang menargetkan 115 pulau di seluruh Indonesia.
Khusus di Maluku, ekspedisi kedua tahun ini berlangsung pada 29 April hingga 6 Mei 2026, dengan menjangkau enam pulau 3T, yaitu Pulau Kur, Pulau Teor, Pulau Suanggi, Pulau Seram, Pulau Buru, dan Pulau Manipa.
Kegiatan ini menggunakan kapal perang KRI Teluk Wondama-527, dengan membawa tim gabungan sebanyak 15 orang dari enam Kantor Perwakilan Bank Indonesia.
Dalam ekspedisi ini, berbagai layanan diberikan kepada masyarakat, antara lain: Penukaran uang Rupiah layak edar, Edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, Pemeriksaan kesehatan gratis dari TNI AL, Edukasi bela negara dan kesiapsiagaan bencana, Program kemitraan melalui duta Rupiah.
Selain itu, dilakukan pemasangan tanda Ekspedisi Rupiah Berdaulat sebagai simbol kehadiran negara hingga pelosok negeri.
Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath menekankan, menjaga kedaulatan negara tidak hanya melalui pertahanan militer, tetapi juga melalui stabilitas ekonomi dan penggunaan Rupiah di masyarakat.
Ia mencontohkan kasus Sengketa Sipadan dan Ligitan sebagai pelajaran penting bahwa aspek ekonomi dan penggunaan mata uang juga berpengaruh terhadap kedaulatan wilayah.
“Kita harus memastikan masyarakat menggunakan uang Rupiah yang layak edar. Ini bagian dari menjaga kedaulatan negara,” tegasnya.
Melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, pemerintah berharap masyarakat di wilayah 3T dapat lebih mudah mengakses uang layak edar, sekaligus meningkatkan pemahaman tentang pentingnya Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa.
Program ini juga menjadi bukti kehadiran negara dalam mendukung pemerataan pembangunan dan memperkuat persatuan di seluruh wilayah Indonesia. (MMN)
