Warga Waesama di Kabupaten Buru Selatan Minta Pemprov Maluku Segera Bangun Jembatan Permanen

IMG-20260512-WA0005

MediatorMalukuNews.com — Tingginya curah hujan yang terjadi di Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan mengakibatkan sejumlah fasilitas penghubung seperti jembatan dan jalan mengalami kerusakan signifikan.
Perihal tersebut mengakibatkan warga kesulitan menuju Namrole, pusat ibu kota kabupaten ini.

Kondisi tersebut memicu harapan warga agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku segera turun tangan membangun fasilitas publik tersebut untuk mengatasi persoalan transportasi yang terus terjadi tiap tahun.

Kondisi geografis Kecamatan Waesama saat ini dinilai sangat memprihatinkan, terutama memasuki musim penghujan antara bulan Mei hingga September dengan intensitas curah hujan yang tinggi. Akibatnya, sejumlah sungai di wilayah ini sering meluap dan banjir, bahkan sampai memutus akses transportasi masyarakat.

Di lain pihak, warga terpaksa menggunakan rakit sebagai alat penyeberangan darurat melewati sungai. Biaya penyeberangan per rakit bervariasi mulai dari Rp50 ribu hingga Rp100 ribu sekali menyeberang. Kondisi tersebut dinilai sangat memberatkan masyarakat yang rata-rata berpenghasilan kecil, khususnya petani dan pedagang yang setiap hari harus melintasi sungai untuk membawa hasil bumi menuju pusat perdagangan di ibukota kabupaten.

Baca juga :   Bupati Buru Selatan Buka Musrembang

Selain itu, akses kendaraan menuju kota kabupaten pun kerap lumpuh ketika debit air meningkat.

Mobil penumpang jenis Avanza yang biasanya membantu mobilitas warga tak lagi mampu melintas saat banjir terjadi. Aktivitas kendaraan lain pun ikut terhambat akibat derasnya arus sungai.

Bahkan, kendaraan truk pengangkut hasil bumi milik warga maupun pembeli hasil pertanian pernah terseret arus banjir. Salah satu peristiwa terjadi di Sungai Waltata, Kecamatan Waesama, pekan lalu, ketika sebuah mobil truk dilaporkan terseret arus akibat derasnya banjir.

Salah satu warga, Nawan Souwakil, meminta Pemerintah Provinsi Maluku agar tidak menutup mata terhadap kondisi yang terus berulang dari tahun ke tahun.

“Katong selalu berhadapan dengan kondisi banjir yang mengakibatkan banyak korban, baik manusia maupun kendaraan seperti mobil dan motor,” ujarnya.
Selain pembangunan jembatan, masyarakat juga meminta perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur jalan di Kecamatan Waesama. Warga menilai banyak badan jalan yang sudah rusak serta ditutupi rumput liar sehingga mengganggu akses transportasi dan aktivitas masyarakat.

Baca juga :   Puskesmas Tela di Pulau Babar Belum Beres sejak 2021, Warga Desa Merana

Masyarakat berharap Pemerintah Provinsi Maluku maupun Pemerintah Kabupaten Buru Selatan segera mengambil langkah nyata dengan membangun jembatan permanen serta memperbaiki infrastruktur jalan agar aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan transportasi masyarakat dapat berjalan lancar serta mengurangi risiko kecelakaan saat musim hujan.

Sejumlah wartawan yang turun langsung ke lokasi mengaku melihat kondisi tersebut secara nyata. Setelah melakukan koordinasi dengan pihak terkait, diperoleh informasi bahwa status jalan dan jembatan tersebut berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Maluku.

Masyarakat Waesama juga menyampaikan harapan besar kepada Gubernur Maluku agar memberikan perhatian serius terhadap kondisi masyarakat di Kabupaten Buru Selatan yang selama ini terus menghadapi kesulitan akibat minimnya infrastruktur dasar.

Sementara itu, para Petinggi Dinas PU Provinsi Maluku maupun Dinas PU Kabupaten Buru Selatan belum berhasil memberikan keterangan resmi menyikapi kerusakan fasilitas publik untuk masyarakat di wilayah tersebut. (Lopi)