Ini Kata Wali Kota Ambon Ketika Buka Pelatihan Uji Kompetensi Skema Barista dan Roaster Batch 1

IMG-20260522-WA0006

MediatorMalukuNews.com_ Minuman  kopi kini menjadi identitas dan juga menjadi suatu peluang usaha menjanjikan.

Demikian disampaikan Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena ketika membuka Molluca Coffee Party yang dirangkai dengan Pelatihan dan Uji Kompetensi Skema Barista dan Roaster Batch 1 di SMPN 2 Ambon, Kamis (21/5/2026).

“Di Kota Ambon, kopi ini bukan sekadar minuman, tapi  sudah menjadi  semacam identitas, budaya, dan sesuatu yang menjadi cerita. Lebih dari itu, kopi menyediakan peluang ekonomi yang sangat menjanjikan. Hal ini terbukti dengan menjamurnya kafe dan coffee shop di mana-mana,” tandas Wattimena.

Dikatakan, kopi lokal Maluku, khususnya Kopi Tuni  yang merupakan kopi asli daerah punya potensi luar biasa.

Menurut Wali Kota, filosofi pengembangan kopi lokal ini sejalan dengan semangat untuk terus maju meskipun perlahan namun terukur dan pasti.

“Pemerintah Kota Ambon tengah berkolaborasi untuk membudidayakan kembali kopi lokal, salah satunya yang mulai dilakukan di kawasan Soya,” jelas orang nomor satu Kota Ambon ini.

Kota Ambon, kata dia, tak memiliki sumber daya alam melimpah seperti kabupaten di Provinsi Maluku, namun tumpuan utama perekonomian kota berada pada sektor jasa, perdagangan, dan pariwisata.
Oleh karena itu, pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah atau UMKM khususnya di sektor kopi menjadi salah satu fokus utama pemerintah di kota ini.

Baca juga :   Pemkab Malra Gelar Rapat RPJMD

“Kami memiliki program prioritas untuk menciptakan ekosistem ekonomi kreatif dan memberdayakan UMKM. Kami bantu mereka mulai bertumbuh, membantu modal hingga memfasilitasi pasar. Ini tugas pemerintah kota yang terus dilakukan,” tandasnya.

Wali Kota membagikan kisah sukses salah satu pelaku usaha kopi lokal yang berada di Galala tepatnya di bawah Jembatan Merah Putih (JMP) yang kini mampu menjual lebih dari 500 cangkir kopi per hari. Ia berharap kisah ini menjadi pemacu semangat bagi para peserta uji kompetensi.
Sembari berpesan kepada para peserta agar mengikuti pelatihan dengan serius dan membuktikan anak muda Ambon mampu bersaing.

Dikatakan, Pemkot Ambon menyatakan siap mendukung secara finansial jika kegiatan semacam ini dijadikan agenda rutin tahunan.

“Sepanjang untuk kebaikan generasi muda di Ambon dan Maluku, kami siap membantu. Jadikan ini sebagai kerja kolaborasi Pemerintah, hanya sebagai pendorong dan fasilitator. Tetapi anak muda-lah yang harus bekerja dan menjadi penggerak ekonomi kreatif,” ujar Wali Kota.

Ia mengapresiasi lembaga penyelenggara yang menginisiasi kegiatan tersebut karena dinilai berdampak langsung pada pengembangan kapasitas kaum muda Maluku.

Baca juga :   Jelang HUT Polwan ke-75 dan HKGB ke-71, Polres Tanimbar Gelar Pengobatan Gratis

Hadir Asesor Kompetensi LSP Kopi Indonesia, Direktur Lembaga Pelatihan Kopi Indonesia, COO Timur Network Foundation, Direktur PT Moluccas Creative Development Team, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para pelaku UMKM kopi, barista, roaster, dan komunitas kopi di Maluku, serta para peserta pelatihan kompetensi barista dan roaster batch 1.(****)