Ini Kata Wali Kota Ambon Saat Ibadah Syukur Peresmian Gedung Pastori II Jemaat GPM Bukit Zaitun  Gunung Nona

IMG-20260526-WA0002

MediatorMalukuNews.com_ Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon berkomitmen tak hanya membangun sarana fisik, tetapi juga tetapi juga pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dan penguatan kehidupan sosial keagamaan/kerohanian masyarakat.

Demikian disampaikan Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena pada ibadah syukur pentahbisan, dan peresmian Gedung Pastori II Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Bukit Zaitun  di Gunung Nona belum lama ini (24/5/2026).

“kota yang sehat adalah kota yang masyarakatnya hidup dalam damai, saling menghargai, dan memiliki nilai spiritual yang kuat. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan menjadi hal yang sangat penting,”katanya.

Dikatakan, momen pentahbisan dan peresmian tersebut bukan sekadar seremonial pembukaan bangunan fisik, melainkan menjadi simbol pertumbuhan pelayanan, pertumbuhan iman, serta penguatan persekutuan umat, di tengah kehidupan masyarakat Kota Ambon.

“Pastori ini harus menjadi tempat lahirnya pelayanan yang meneduhkan,  merangkul, serta pelayanan yang mampu menjawab kebutuhan umat dan lingkungan sekitar,” ujar Wali Kota.

Ia mengatakan , Gereja berperan besar membentuk karakter masyarakat dan  menjaga nilai moral serta memperkuat solidaritas sosial,  menghadirkan kesejukan di tengah berbagai tantangan kehidupan saat ini

Baca juga :   Ketua PWI Tanimbar Pimpin Mediasi Soal Miskomunikasi Pemberitaan, Wartawan Saling Memaafkan

Menurut orang nomor satu Kota Ambon ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon tak bisa  bekerja sendiri menjaga kehidupan sosial masyarakat yang aman dan harmonis.
Oleh sebab itu, dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk gereja, sangat dibutuhkan untuk bersama-sama membangun kehidupan sosial yang penuh kepedulian.

Disampaikannya, pembangunan Gedung Pastori II Jemaat GPM Bukit Zaitun merupakan bagian dari upaya memperkuat pelayanan umat, sekaligus memperkokoh kehidupan sosial warga.

Wali Kota pun menyampaikan rasa syukur atas pertumbuhan Jemaat GPM Bukit Zaitun yang terus berkembang dari waktu ke waktu.

“Perjalanan panjang jemaat hingga menjadi kuat seperti saat ini merupakan bukti penyertaan Tuhan, dalam kehidupan umat,”katanya. Sembari mengatakan
walaupun, kondisi efisiensi dan keterbatasan anggaran daerah,  Pemkot Ambon tetap berupaya hadir dan memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk mendukung kegiatan pelayanan keagamaan.
Oleh karena itu, Ia mengapresiasi  seluruh pihak yang tetap setia mendukung proses pembangunan hingga selesai.

Wali Kota berharap peresmian Gedung Pastori II tak hanya menjadi simbol selesainya pembangunan fisik, tetapi juga menjadi awal semakin kuatnya pelayanan jemaat kepada masyarakat.

Baca juga :   Seleksi Wawancara Promosi Jabatan, Kemampuan Manajerial Jadi Penentu Lahirnya Pimpinan Masa Depan Kanwil Kumham

“Pastori ini harus menjadi tempat lahirnya pelayanan yang meneduhkan,  merangkul, serta pelayanan yang mampu menjawab kebutuhan umat dan lingkungan sekitar,” katanya.

Selain itu, Jemaat GPM Bukit Zaitun dapat terus menjadi mitra pemerintah, dalam menjaga persatuan, mendukung pembangunan masyarakat, serta membina generasi muda agar memiliki karakter, iman, dan kepedulian sosial yang baik – dan juga menjaga semangat kebersamaan yang selama ini dibangun.

Gereja yang kuat, Kata Wali Kota, tak hanya ditentukan bangunannya, tetapi juga oleh jemaat yang hidup dalam kasih, persaudaraan, dan saling menopang satu sama lain.

“Atas nama Pemkot Ambon, saya menyampaikan selamat atas pentahbisan dan peresmian Gedung Pastori II Jemaat GPM Bukit Zaitun. Kiranya bangunan ini menjadi berkat bagi pelayanan gereja, menjadi rumah penguatan iman bagi umat, dan menjadi tempat hadirnya damai sejahtera Tuhan bagi semua orang,” pungkasnya. (****)