Warga Pulau Kur Alami Kekeringan, Pemkot Tual Salurkan Bantuan Air Minum

IMG-20260806-WA0012

MediatorMalukuNews.com_ Pemerintah Kota (Pemkot) Tual melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat menyalurkan bantuan air bersih dalam bentuk air minum gelas kepada warga Kecamatan Pulau – Pulau Kur, Kota Tual. Pemberian bantuan air bersih ini lantaran sudah sekian lama warga yang mendiami Kecamatan Pulau-pulau Kur mengalami kekeringan akibat diterpa musim kekeringan berkepanjangan di tahun ini.

Kepala bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan
Bencana Daerah Kota Tual, Ahmad Rahayaan mengakui pihaknya menyalurkan bantuan sosial tersebut.

“Benar, kami dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tual, membawa bantuan air minum yang diberikan oleh Pemkot Tual kepada warga di Pulau – pulau Kur,” ungkap Rahayaan via pesan WhatsApp- nya ketika dihubungi wartawan belum lama ini (4/8/2026).

Rahayaan mengatakan bantuan air bersih berupa air minuman gelas merek aqua itu dibagikan kepada masyarakat Desa Kaimear, Pulau-Pulau Kur, Kota Tual yang saat ini mengalami bencana kekeringan sudah kurang lebih lima bulan belakangan ini.

Dikatakan, selama musim kemarau,
warga hanya mengharapkan turunnya air hujan untuk dikonsumsi sebagai air minum.

Baca juga :   BPS Kota Tual Minta Pemkot Serius Menekan Inflasi

“Air yang kami bawa itu air minum gelas dan air galon, karena warga di sana mengalami bencana kekeringan di musim kemarau. Ini sudah mau lima bulan mereka hanya tunggu hujan,” katanya.

Menurut Rahayaan, pihaknya menyalurkan bantuan itu menggunakan kapal laut KM Sabuk Nusantara 54.
Bantuan air minum total berjumlah 323 karton dan 8 air galon.

“Air yang katong bahwa itu air gelas 323 karton dan delapan galon dengan kapal sabuk 54,” jelas Rahayaan.

Menurut Rahayaan desa-desa di Kepulauan Kur yang mengalami kekeringan, selain Desa Kaimear, ada juga Desa Sermaf, Tubual dan Desa Finwalen.
Namun selain Desa Kaimear, tiga desa itu masih ditopang perigi atau sumur. Hanya saja kekeringan masih terjadi di bulan Agustus, dan mungkin masih ada lagi musim panas berkepanjangan. Sehingga, bila fenomena ini belum usai maka dipastikan ketiga desa tersebut mengalami nasib kekeringan fatal sama seperti Desa Kaimear.

“Ada empat desa di Pulau Kur yang mengalami bencana kekeringan, yaitu Desa Kaimear, Sermaf, Tubual dan Desa Finwalen, namun yang paling parah itu Desa Kaimear, sehingga katong bawah air minum di desa itu. Sedangkan desa lain mereka ada sumur atau perigi, jadi itu bisa bantu mereka,” ujar Rahayaan.

Baca juga :   Wakil Wali Kota Tual Jemput Beras dari Maros Sulsel

Ia menambahkan, selain pihak Pemerintah Kota Tual yang memberikan bantuan air minum ada pula bantuan air minum dari pihak Balai Air dan Sungai Provinsi Maluku. Namun tak disinggung besarannya.

Sementara itu, Sekertaris Desa Kaimear, Lajuki Rettob berterimakasih kepada Pemerintah Kota Tual dan pihak Balai Air dan Sungai Provinsi Maluku
yang telah memberikan bantuan air bersih berupa air minum kepada masyarakat Desa Kaimear yang mengalami bencana alam tersebut.

Informasi yang diperoleh, pihak Pemerintah Kota Tual bakal memberikan bantuan tahap kedua untuk menanggulangi dampak musim kemarau di wilayah kepulauan terpencil itu. (Jecko Poetnaroeboen)