Wawali Buka Lomba Festival Jukulele Kecamatan Sirimau Tahun 2026

oplus_32

Ambon, MMN-  Wakil Wali Kota Ambon menegaskan bahwa kegiatan festival musik di Kecamatan Sirimau bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi ruang untuk mengembangkan kreativitas, memperkuat persaudaraan, sekaligus melestarikan budaya musik yang menjadi identitas masyarakat Kota Ambon.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Ambon dalam sambutannya pada kegiatan Festival Musik/Ukulele Tingkat Kecamatan Sirimau Tahun 2026, yang diikuti masyarakat dan generasi muda, di Taman Budaya Ambon, Senin (10/8/2026).

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota mengingatkan bahwa Kota Ambon sejak tahun 2019 telah ditetapkan UNESCO sebagai bagian dari UNESCO Creative Cities Network (UCCN) dalam bidang musik.

Menurutnya, predikat Ambon City of Music bukan sekadar gelar atau penghargaan, tetapi merupakan identitas sekaligus tanggung jawab bersama untuk terus menjaga, mengembangkan, dan mewariskan kekayaan musik kepada generasi mendatang.

“Bagi masyarakat Ambon dan Maluku, musik bukan sekadar hiburan. Musik telah menjadi bagian dari kehidupan, ekspresi budaya, sarana membangun kebersamaan, sekaligus media yang mampu mempertemukan berbagai perbedaan,” ujarnya.

Ia mengatakan, salah satu kekayaan musik yang dekat dengan kehidupan masyarakat adalah alat musik ukulele. Selain menghasilkan nada dan melodi, ukulele juga mengandung nilai kebersamaan, kreativitas, serta semangat untuk menjaga warisan budaya lokal.

Karena itu, Pemerintah Kota Ambon memberikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang terus membuka ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengekspresikan bakat dan kreativitas melalui musik.

Baca juga :   Tim Flying Specialist Dinas Kesehatan Angkatan Udara

Ia menyebut Kecamatan Sirimau merupakan salah satu wilayah penting dalam kehidupan Kota Ambon karena menjadi pusat berbagai aktivitas pemerintahan, perdagangan, jasa, pendidikan, sosial, dan budaya.

Dengan keberagaman masyarakat yang dimiliki, pelaksanaan festival musik tingkat Kecamatan Sirimau dinilai memiliki nilai positif dalam memperkuat hubungan sosial sekaligus mengembangkan potensi masyarakat.

“Kegiatan ini hendaknya tidak kita maknai semata-mata sebagai perlombaan untuk menentukan siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, festival ini harus menjadi ruang silaturahmi, ruang kreativitas, dan ruang untuk memperkuat kebersamaan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, seni dan budaya tidak hanya perlu dipertunjukkan, tetapi juga harus menjadi bagian dari upaya membangun karakter, memperkuat persaudaraan, serta memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkembang.

Dalam kesempatan tersebut, Ia menyampaikan sedikitnya tiga hal penting yang perlu didorong melalui pelaksanaan Festival Musik/Ukulele Kecamatan Sirimau.

Ia berharap seluruh peserta menjadikan festival sebagai ruang untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, dan karya terbaik.

“Jangan takut untuk berekspresi dan teruslah berkarya. Dari ruang-ruang seperti inilah potensi-potensi baru dapat tumbuh dan berkembang,” pesannya.

Festival diharapkan dapat menjadi sarana memperkuat persatuan dan persaudaraan masyarakat, mulai dari tingkat desa, negeri, kelurahan hingga Kecamatan Sirimau.

Baca juga :   Upaya Pengendalian Inflasi di Maluku: TPID dan Bank Indonesia Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Harga

Perbedaan latar belakang maupun pilihan dalam sebuah perlombaan, kata dia, tidak boleh menjadi penghalang untuk tetap bersatu sebagai masyarakat Kota Ambon.

Ia juga berharap kegiatan seni dan budaya seperti festival musik dapat membuka peluang bagi pelaku UMKM dan pedagang kecil untuk mendapatkan manfaat ekonomi.

Dengan demikian, kegiatan seni dan budaya tidak hanya memberikan hiburan kepada masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan aktivitas ekonomi lokal.

Kepada seluruh peserta festival, Wakil Wali Kota menyampaikan ucapan selamat bertanding dan berkarya. Ia meminta peserta menampilkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi kejujuran dan sportivitas.

Menurutnya, kemenangan dalam sebuah perlombaan tidak semata-mata ditentukan oleh siapa yang memperoleh juara.

“Kemenangan bukan hanya tentang siapa yang mendapatkan juara, tetapi juga tentang keberanian untuk tampil, kesempatan untuk belajar, dan pengalaman yang kita dapatkan bersama,” ungkapnya.

Ia berharap festival tersebut dapat menjadi bagian dari semangat untuk terus menghidupkan musik di Kota Ambon sebagai Kota Musik Dunia.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga keharmonisan dan kebersamaan melalui musik.

Ia menilai musik memiliki kekuatan untuk menjembatani perbedaan, menyebarkan pesan perdamaian, menumbuhkan rasa cinta, serta mempererat persaudaraan.

Baca juga :   Pemprov Maluku Dorong Pelaku Usaha Lokal Masuk Rantai Pasok Blok Masela

“Sebagai City of Music, mari kita terus menjaga semangat bermusik dan berkarya, sehingga suara musik dari Kota Ambon tidak hanya kita dengarkan di kota ini, tetapi juga dapat terus berkembang hingga ke berbagai penjuru,” ajaknya.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Ambon juga menyampaikan terima kasih kepada Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Maluku yang turut hadir dan memberikan dukungan dalam kegiatan tersebut.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, lembaga terkait, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak program yang memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Ambon.

“Masih banyak masyarakat yang membutuhkan uluran tangan dan dukungan dari berbagai instansi yang ada di Kota Ambon. Karena itu, kolaborasi seperti ini perlu terus kita bangun,” pungkasnya. (MMN)