Apresiasi Gapoktan Kerja Nyata Besutan Tuharea Cs, Kadistan Maluku Hadirkan 30 titik Irigasi Pompa di SBB
MediatorMalukuNews.com_ Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Provinsi Maluku, Ilham Tauda menyatakan, tahun 2026 Dinas Pertanian Maluku telah mengusulkan banyak program mendukung ketahanan pangan di Maluku, yakni lewat program optimalisasi lahan sawah .
Sementara untuk Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dilakukan program pompanisasi untuk lahan pertanian yang melibatkan para petani setempat.
Selain itu, Dinas Pertanian Maluku juga rutin melakukan kegiatan pembagian benih bagi petani, sementara untuk pupuk telah ada pupuk bersubsidi.
Menurut Tauda yang ditemui usai kegiatan Seminar Nasional Pra Muktamar VIII ICMI Tahun 2026 di Kairatu Beach, Desa Kairatu, Kecamatan Kairatu , Kabupaten SBB. Jumat, (7/8/2026) menandaskan, pada APBN Tahun 2026 ada juga program pengembangan pertanian khusus untuk tanaman pala.
Kadis Pertanian Maluku ini pun mengapresiasi kegiatan program ketahanan pangan di Kabupaten SBB, yang diinisiasi Tokoh Ketahanan Pangan SBB, Mansur Tuharea besama Gabungan Kelompok Tani, (Gapoktan) Kerja Nyata.
“Kita apresiasi program ketahanan pangan Pak Mansur Tuharea bersama kelompok taninya, tahun ini Kita kasih satu unit traktor, dulu itu kita pernah melakukan panen perdana jagung bersama Mansur Tuharea dan poktannya di Desa Hatusua, Kita apresiasi beliau untuk penanaman jagung dan padi gogo untuk memperkuat ketahanan pangan, kami juga sering berkomunikasi” ujarnya.
Tauda mengatakan kepada Mansur Tuharea bersama kelompok taninya yang tersebar di Kabupaten SBB, bahwa dengan keterbatasan dan efisiensi anggaran di Provinsi Maluku, maka pihaknya akan mendorong dan memfasilitasi kegiatan ketahanan pangan lewat program- program di Kementrian Pertanian.
Sementara itu, yang akan dilaksanakan kini bagi para petani di SBB adalah program “Irigasi pompa” dimana syarat utamanya adalah satu kelompok tani memiliki lahan seluas 5 hektar – dan, yang ditanam adalah padi sawah ataupun padi gogo di luar syarat tersebut tidak bisa.
Kadis menyatakan, saat ini yang telah fiks adalah awalnya ada 14 unit titik air, kemudian ditambah 16 titik sumber air bersih. Sehingga keseluruhan berjumlah 30 unit titik air yang anggarannya ditransfer langsung ke rekening petani.(Nicko Kastanja)
