OJK Maluku Targetkan 5.000 Rekening SimPel, Dorong Pelajar Gemar Menabung
AMBON, MMN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku menargetkan pembukaan 5.000 rekening Simpanan Pelajar (SimPel) hingga akhir 2026. Program ini diharapkan dapat meningkatkan literasi keuangan sekaligus membiasakan pelajar menabung sejak dini.
Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, mengatakan perkembangan pembukaan rekening pelajar akan dipantau dan diperbarui setiap bulan untuk memastikan target tersebut tercapai.
“Kita akan terus melakukan pemantauan dan meng-update datanya setiap bulan. Harapannya target 5.000 rekening bisa terpenuhi sampai akhir tahun,” ujar Haramain kepada media di Ambon, Jumat (23/10/2026).
Menurutnya, pembukaan rekening diperkirakan meningkat seiring masuknya tahun ajaran baru dan bertambahnya jumlah siswa SMP maupun SMA. OJK Maluku juga terus berkoordinasi dengan lembaga jasa keuangan untuk memperluas akses tabungan bagi pelajar.
Program SimPel tidak hanya bertujuan menambah jumlah rekening, tetapi juga mengajarkan pelajar mengelola uang secara bijak dan membangun kebiasaan menabung untuk kebutuhan masa depan.
Manfaat program ini dirasakan Rei Matitaputty, siswa SMA Negeri 2 Ambon, yang mengaku telah mengikuti SimPel sejak berusia dua tahun.
Menurut Rei, SimPel memudahkan anak-anak yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk membuka rekening tabungan dengan biaya terjangkau. Setoran awalnya Rp5.000, sedangkan tabungan dapat dimulai dari Rp1.000.
Ia mengaku lebih tenang karena memiliki tabungan sendiri. Selain uang tersimpan lebih aman, SimPel juga mengajarkannya untuk disiplin menggunakan uang dan menyisihkan sebagian uang jajan.
Rei berharap semakin banyak teman sekolahnya yang memanfaatkan program tersebut untuk mempersiapkan masa depan.
“Bagi teman-teman yang belum mempunyai SimPel, ayo segera membuka tabungan karena program ini bermanfaat bagi kehidupan kita ke depan,” ajaknya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Edy Tasso, mengatakan program SimPel merupakan hasil kolaborasi dengan OJK dan sektor perbankan untuk memberikan edukasi keuangan kepada peserta didik.
Ia berharap semakin banyak sekolah yang mengikuti program tersebut. Menurut Edy, kebiasaan menabung perlu ditanamkan sejak kecil agar anak-anak terbiasa hidup hemat, mengutamakan kebutuhan daripada keinginan, serta memahami pentingnya investasi untuk jangka panjang.
Sejumlah sekolah di Kota Ambon telah bekerja sama dengan perbankan, termasuk Bank Mandiri dan BNI, untuk memfasilitasi pembukaan rekening pelajar.
Dukungan juga datang dari orang tua siswa, Stela Matitaputty. Ia mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Ambon dalam mendorong kemandirian anak melalui pengelolaan keuangan sejak dini.
Stela menyebutkan, Kota Ambon meraih penghargaan sebagai wilayah dengan implementasi program KEJAR (Satu Rekening Satu Pelajar) terbaik kedua nasional pada 2022. Pada 2026, Ambon kembali meraih prestasi dengan menempati posisi terbaik pertama nasional.
Menurutnya, kebiasaan menabung tidak hanya membantu pelajar mempersiapkan masa depan, tetapi juga membentuk sikap mandiri dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan.
Selain mendorong pembukaan rekening SimPel, OJK Maluku bersama Pemerintah Kota Ambon juga mengembangkan Modul Ajar Literasi Keuangan untuk jenjang SMP. Modul yang disusun bersama guru mata pelajaran IPS itu diharapkan dapat diterapkan di kabupaten dan kota lain di Maluku.
Melalui program tersebut, OJK berharap pemahaman keuangan dapat menjangkau lebih banyak pelajar sehingga budaya menabung tumbuh sejak dini dan menjadi bekal bagi generasi muda dalam mengelola keuangan pada masa mendatang.
