Oplus_131072

Jakarta, MMN-  Indonesia AI Center of Excellence resmi diluncurkan sebagai inisiatif kolaboratif antara Komdigi, Indosat Ooredoo Hutchison, Cisco, dan NVIDIA, Jumat 11 Juli 2025 di Jakarta.

Pusat kecerdasan buatan (AI) ini bertujuan memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem AI global melalui enam pilar utama yang mendukung pertumbuhan inovasi, pengembangan talenta digital, dan perumusan kebijakan AI yang etis dan bertanggung jawab.

1. Kolaborasi Lintas Sektor untuk Inovasi AI

Indonesia AI Center of Excellence menjadi wadah strategis bagi kolaborasi antara sektor publik, swasta, dan akademisi dalam menciptakan solusi AI nyata. Inisiatif ini menghadirkan AI Sandbox untuk pengembangan aplikasi AI di sektor-sektor prioritas nasional.

2. Pengembangan Talenta Digital Berskala Besar

Lewat pelatihan dan sertifikasi AI serta data, puluhan ribu talenta digital akan dibekali keterampilan teknologi mutakhir. Program ini dirancang untuk membentuk generasi baru inovator dan pengembang AI Indonesia yang mampu bersaing di pasar global.

3. Akselerator untuk Startup AI Lokal

Sebagai bagian dari ekosistem AI, program akselerator dihadirkan untuk mendorong pertumbuhan startup lokal. Inisiatif ini bertujuan mempercepat inovasi, memfasilitasi akses pendanaan, serta membuka peluang kolaborasi strategis.

Baca juga :   Kepala OJK Sulselbar Tekankan Pentingnya Literasi Keuangan dan Pemberantasan Investasi Ilegal di Maluku

4. Enterprise Hub dan Solusi Industri Berbasis AI

Indonesia AI Center of Excellence membentuk enterprise hub yang menjembatani pelaku industri dengan teknologi AI. Fokusnya adalah menciptakan solusi praktis untuk berbagai sektor, mulai dari manufaktur, kesehatan, pendidikan, hingga pemerintahan.

5. Pengembangan Large Language Model (LLM) Nasional

Pusat ini juga mengembangkan platform Large Language Model (LLM) berskala nasional, yang memungkinkan Indonesia memiliki teknologi pemrosesan bahasa alami berbasis AI dengan konteks lokal yang kuat, mendukung kedaulatan data dan budaya.

6. Forum Think-Tank Kebijakan AI yang Etis

Pembentukan forum think-tank AI menghadirkan ruang diskusi kebijakan yang inklusif, adaptif, dan etis. Forum ini akan menyusun panduan dan regulasi untuk memastikan AI digunakan secara bertanggung jawab dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Komitmen Mitra Strategis: Teknologi Inklusif dan Berkelanjutan

President Director & CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menegaskan pentingnya pemerataan akses terhadap teknologi AI.

“Kami percaya bahwa AI harus inklusif. Bukan hanya soal akses, tetapi juga membuka peluang agar masyarakat menjadi kreator, bukan sekadar pengguna,” ujar Vikram.

Baca juga :   Wambasalhin: Dusun yang "Diharamkan" dari Pembangunan?

Sementara itu, CEO Cisco, Chuck Robbins, menyoroti pentingnya infrastruktur digital yang aman dan cerdas untuk mendukung transformasi AI nasional.

> “Kolaborasi ini menjadi fondasi bagi ekosistem AI Indonesia yang tangguh. Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di Indonesia, Cisco siap mendukung keamanan dan keberlanjutan pusat ini,” tegas Chuck.

Menuju Masa Depan AI Indonesia yang Tangguh

Dengan dukungan teknologi dari NVIDIA dan sinergi berbagai pemangku kepentingan, Indonesia AI Center of Excellence diharapkan menjadi motor penggerak transformasi digital nasional. Tujuan utamanya: menempatkan Indonesia sebagai pemain kunci dalam lanskap AI global. (MMN)