Penemuan Mayat di Perbatasan Desa Lena dan Waesili Bursel, Leher Korban Robek

IMG-20251110-WA0021

MediatorMalukuNews.com _ Sosok mayat dengan kondisi tragis ditemukan di wilayah perbatasan Desa Lena dan Waesili, Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan baru-baru ini. Penemuan mayat berjenis kelamin laki-laki itu, sempat menghebohkan warga setempat karena ketika ditemukan, kondisi tubuh korban sudah robek di bagian leher akibat tebas-an benda tajam.

Informasi yang diperoleh, mayat yang sudah mulai mengeluarkan aroma tak sedap ini diduga akaibat korban pembunuhan orang tak bertanggungjawab.

Korban ditemukan
pada tanggal 8/11/2025 — menjelang malam.

Warga mengaku ketika menemukan sesosok mayat laki-laki berusia dewasa itu, terdapat luka potong di bagian leher sebelah kanan.
Korban ditemukan dalam posisi tengkurap, mengenakan kaos loreng lengan panjang, celana pendek abu-abu, dan sandal hitam.

Data identitas korban yang diperoleh, korban bernama Gafar Wawangi, umur: 38 tahun, bergama: Islam,
Pekerjaan: Petani. Dan
Beralamat di Desa Waesili.

Dari keterangan Saksi
Lajuni Wali (23 tahun)
Marta Detek (25 tahun)
Rifai Wali (22 tahun), menyebutkan bahwa
Kronologi kejadian
Sekitar pukul 18.30 WIT, saksi Lajuni Wali bersama istrinya Marta Detek berangkat menggunakan sepeda motor menuju Desa Waesili untuk menjual ikan. Dalam perjalanan, keduanya melihat sesosok tubuh tergeletak di pinggir jalan. Saksi kemudian kembali ke Desa Lena dan melaporkan temuannya kepada Babinsa serta warga setempat.

Baca juga :   BKKBN Maluku : Pemkab Bursel Antusias Berupaya Turunkan Angka Stunting

Saksi lain, Rifai Wali, mengaku hampir menginjak tubuh korban saat berjalan pulang dari kebun, karena kondisi jalan yang sudah gelap.

Setelah menerima laporan, Babinsa bersama masyarakat Desa Lena segera menuju lokasi kejadian (TKP) memastikan laporan tersebut. Kemudian melaporkan peristiwa itu kepada Danramil dan Kapolsek Waesama.

Saat ini, pihak berwenang telah melakukan penanganan awal dan pendokumentasian di lokasi kejadian, sementara dugaan motif pembunuhan masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.(lopi)