Diduga Rusak Lingkungan dan Aliran Sungai, Viktor Hukunala Minta Polda Maluku Tindak Tegas Penambang Emas Ilegal di Gunung Nona Buru

IMG-20260711-WA0020

MediatorMalukuNews.com – Aktivis sekaligus mantan anggota DPRD, Viktor Hukunala meminta Kapolri, Kapolda Maluku, Kapolres Pulau Buru, serta Tim Satgas PKH menindak tegas pihak -pihak yang diduga terlibat dugaan praktek penambangan emas ilegal yang menggunakan alat berat di kawasan Gunung Nona, Desa Wapsalit, Kabupaten Buru.

Kepada wartawan baru-baru ini, Viktor Hukunala menyatakan aktivitas penambangan yang diduga menggunakan sejumlah alat berat, seperti ekskavator, telah mengakibatkan kerusakan lingkungan signifikan, termasuk lahan hutan kayu putih serta aliran sungai yang menjadi sumber air bagi areal persawahan milik masyarakat.

“Penggunaan alat berat di kawasan tersebut diduga telah merusak lingkungan dan mengganggu aliran sungai yang dimanfaatkan warga untuk kebutuhan pertanian. Karena itu, kami meminta aparat penegak hukum segera bertindak,” ujar Hukunala.

Ia mengaku telah melakukan investigasi lapangan dan mengantongi sejumlah nama yang diduga terlibat dalam aktivitas penambangan menggunakan alat berat.

 

Menurut Hukunala, laporan resmi segera dilayangkan ke pihak Polda Maluku untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Baca juga :   Maret 2024, Realisasi IHK Gabungan Kota di Maluku Alami Deflasi

Hukunala pun mengklaim menemukan dugaan keterlibatan oknum aparat dalam aktivitas penambangan liar tersebut, antara lain berinisial: R, W, D, SP, Y, UP, Bun, RS, dan LS.

“Kami akan segera melaporkan seluruh data dan temuan yang kami miliki kepada Polda Maluku agar dilakukan penyelidikan dan penegakan hukum secara profesional,” tegasnya.

Hingga berita ini dipublikasi, oknum -oknum yang disebutkan terkait pernyataan Viktor Hukunala belum berhasil dikonfirmasi.(l.s)