OJK Maluku Dorong Perbankan Perluas Agen Laku Pandai di Wilayah Kepulauan

oplus_0

AMBON, MMN- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku mendorong perbankan memperluas layanan keuangan melalui Agen Laku Pandai, terutama di wilayah kepulauan dan daerah terpencil yang sulit dijangkau kantor cabang bank.

Kepala Kantor OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, mengatakan kondisi geografis Maluku yang terdiri atas banyak pulau menjadi tantangan tersendiri dalam memperluas akses layanan perbankan kepada masyarakat.

Menurut Haramain, jumlah jaringan perbankan di Provinsi Maluku saat ini relatif tidak banyak mengalami perubahan. Terdapat 21 bank, yang terdiri dari 18 bank umum konvensional, dua bank umum syariah, dan satu BPR.

Namun, perluasan kantor cabang secara fisik dinilai tidak selalu menjadi solusi yang efektif karena membutuhkan biaya besar dan terkendala kondisi geografis Maluku.

“Dengan kondisi geografis Provinsi Maluku, yang terdiri dari pegunungan dan pulau-pulau, kalau kita membangun kantor cabang saja mungkin akan membutuhkan waktu lama dan biaya yang besar,” ujar Haramain, Rabu (12/8/2026) di Gedung OJK Provinsi Maluku.

Agen Laku Pandai Jadi Solusi Perluasan Layanan

Baca juga :   Cerdaskan Generasi Emas, Pemkot Ambon Ingatkan Warga Bawa Anak Terima PIN Polio

Haramain mengatakan, OJK kini mendorong bank yang memiliki kemampuan untuk mengembangkan jaringan Agen Laku Pandai di wilayah yang belum terjangkau layanan perbankan secara optimal.

Agen tersebut dapat bekerja sama dengan masyarakat atau pelaku usaha lokal, seperti pemilik toko maupun agen layanan pembayaran, untuk memberikan layanan perbankan dasar kepada masyarakat.

Dengan pola tersebut, masyarakat tidak harus menempuh perjalanan jauh atau menggunakan transportasi laut hanya untuk melakukan transaksi perbankan.

“Dengan adanya Agen Laku Pandai, masyarakat bisa melakukan transaksi seperti transfer, pembayaran listrik dan pembayaran kebutuhan bulanan lainnya,” jelasnya.

Kondisi Kepulauan Jadi Tantangan

Haramain mencontohkan kondisi yang ditemuinya saat melakukan kunjungan kerja ke sejumlah wilayah di Maluku, termasuk Maluku Tengah dan Dobo, Kepulauan Aru.

Menurutnya, keberadaan kantor bank masih terkonsentrasi di pusat-pusat kota atau wilayah tertentu. Sementara masyarakat yang tinggal di pulau-pulau lain harus menempuh perjalanan menggunakan kapal untuk mendapatkan layanan perbankan.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena jumlah transaksi di wilayah tertentu belum cukup besar untuk mendorong pembukaan kantor cabang baru.

Baca juga :   BPBD Terima Hibah Mobil Tangki dari BNPB RI

“Kalau untuk sampai ke pulau-pulau lain harus menggunakan kapal, sementara transaksi di sana belum banyak. Karena itu, untuk kondisi seperti ini kita dorong adanya agen,” katanya.

Dorong BRI, BNI hingga BPD Perluas Agen

OJK Maluku juga terus berkoordinasi dengan sejumlah bank untuk memperluas jaringan layanan tersebut, termasuk bank-bank yang memiliki jaringan luas seperti BRI, BNI dan BPD.

Haramain berharap keberadaan Agen Laku Pandai dapat meningkatkan inklusi keuangan di Maluku, khususnya bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan perbankan.

Menurutnya, perluasan akses perbankan bukan hanya soal menghadirkan kantor bank, tetapi juga memastikan masyarakat dapat melakukan transaksi keuangan dengan mudah, aman dan efisien.

Dengan penguatan jaringan Agen Laku Pandai, OJK berharap masyarakat di pulau-pulau kecil tetap dapat menikmati layanan perbankan tanpa harus mengeluarkan biaya dan waktu yang besar untuk menuju pusat kota.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya OJK dan industri perbankan mempercepat inklusi keuangan dan pemerataan layanan perbankan di Provinsi Maluku. (MMN)