OJK Maluku Dorong Investasi Reksa Dana dan Literasi Keuangan di Kampus

IMG-20260812-WA0124

AMBON, MMN-  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi investasi masyarakat, termasuk melalui pengembangan pasar modal dan produk reksa dana.

Kepala Kantor OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, mengatakan saat ini terdapat sejumlah bank yang berperan sebagai agen penjual produk reksa dana. Selain melalui bank, masyarakat juga dapat mengakses produk investasi melalui perusahaan manajer investasi.

Menurut Haramain, pengembangan investasi perlu dibarengi dengan edukasi yang memadai agar masyarakat memahami produk investasi sebelum mengambil keputusan.

“Saluran penjualan produk reksa dana bisa melalui manajer investasi ataupun bank yang berperan sebagai penjual reksa dana,” ujar Haramain, Kamis (13/8/2026) kepada media di Ambon.

OJK Dorong Investasi Sejak Usia Dini

OJK Maluku juga mendorong pengenalan investasi sejak dini, khususnya kepada kalangan mahasiswa.

Menurut Haramain, lingkungan kampus menjadi salah satu sasaran strategis untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai investasi yang legal, aman dan sesuai dengan profil risiko masing-masing.

Program literasi investasi dilakukan melalui kegiatan edukasi di sejumlah perguruan tinggi di Maluku, termasuk kampus-kampus yang menjadi mitra kegiatan literasi dan inklusi keuangan.

Baca juga :   Try Out UTBK 2026 Latih Kesiapan Siswa Hadapi Seleksi Nasional

“Untuk bisa membina investor sejak dini, kita dorong edukasi investasi di kampus-kampus,” katanya.

Upaya tersebut diharapkan dapat membentuk generasi muda yang memiliki pemahaman lebih baik mengenai pengelolaan keuangan sekaligus mengenal instrumen investasi sejak masih berada di bangku perguruan tinggi.

Industri Keuangan Nonbank Relatif Stabil

Sementara itu, untuk industri keuangan nonbank (IKNB) di Provinsi Maluku, Haramain menyebut jumlah perusahaan pada sejumlah sektor relatif tidak banyak berubah dibandingkan periode sebelumnya.

Kondisi tersebut mencakup industri asuransi, perusahaan pembiayaan, dan dana pensiun.

OJK Maluku terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan industri jasa keuangan nonbank untuk memastikan kegiatan usaha berjalan secara sehat serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selain melakukan pengawasan, OJK juga terus mendorong peningkatan pemahaman masyarakat terhadap berbagai produk dan layanan jasa keuangan.

Literasi Keuangan Jadi Perhatian OJK

Haramain menegaskan bahwa peningkatan literasi keuangan menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan sektor jasa keuangan di Maluku.

Masyarakat perlu memiliki pengetahuan yang cukup sebelum menggunakan produk investasi maupun layanan jasa keuangan lainnya. Dengan demikian, keputusan keuangan yang diambil dapat disesuaikan dengan kebutuhan, kemampuan dan tingkat risiko masing-masing.

Baca juga :   PENERTIBAN PASAR BATU MERAH, PEMKOT PIKIRKAN SOLUSI BAGI PEDAGANG

OJK Maluku akan terus memperluas edukasi dan sosialisasi, termasuk melalui perguruan tinggi, komunitas dan berbagai kelompok masyarakat, guna mendorong semakin banyak masyarakat Maluku menjadi pengguna sekaligus investor yang cerdas dan memahami risiko investasi. (MMN)