Alternatif Tekan Angka Stunting, Sukun Maluku Kuasai Pasar Ekonomi di Indonesia
Jakarta, MMN — Dalam upaya meningkatkan daya saing dan memperluas pasar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Maluku hingga ke tingkat global, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Maluku menghadirkan empat UMKM dalam kegiatan Karya Kreatif Indonesia (KKI) yang berlangsung di Jakarta Internasional Convention Center (JICC), Sabtu (22/8/2026).
Manager Fungsi Pengawasan UMKM KPw BI Provinsi Maluku, Harry Kurniawan, mengatakan, empat UMKM yang dibawa dalam ajang tersebut terdiri atas dua UMKM sektor wastra, yakni tenun dan mutiara, serta dua UMKM produk makanan, yaitu Mie Sagu Cempaka dan Sukun Putri Angkasa.
Menurut Harry, UMKM yang diikutsertakan dalam KKI merupakan pelaku usaha yang selama ini terus didorong untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar hingga ke mancanegara.
“UMKM-UMKM ini sudah kami coba dorong untuk bisa go international. Melalui kegiatan KKI ini, seluruh produk yang dipamerkan mendapat antusiasme yang sangat baik dari masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berbagai produk ekonomi kreatif dari seluruh Indonesia ditampilkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari wastra, kopi, hingga produk kerajinan (craft)
“Semua yang berhubungan dengan ekonomi kreatif, seperti wastra, kopi, dan craft, ditampilkan dari seluruh Indonesia selama empat hari,” katanya.
Menurutnya, keikutsertaan UMKM Maluku dalam KKI menjadi momentum penting untuk memperkenalkan produk-produk daerah ke pasar yang lebih luas.
“UMKM Maluku semakin dikenal di Indonesia sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif. Kita membuka potensi pasar yang lebih terbuka. Kalau pasar semakin terbuka, jelas Maluku akan semakin dikenal dan secara ekonomi akan meningkat,” jelasnya.
Surya menambahkan, salah satu produk UMKM Maluku yang mendapat perhatian besar selama pameran adalah sukun. Menurutnya, sukun Maluku memiliki cita rasa yang sangat baik dan mampu bersaing dengan produk sejenis dari daerah lain.
“Potensinya sangat bagus. Terutama sukun Maluku, jujur, yang paling enak di Indonesia,” ungkapnya.
Ia menyebut, selama tiga hari pelaksanaan pameran KKI, produk sukun yang dibawa UMKM Maluku mendapat respons pasar yang sangat positif.
“Selama tiga hari pameran KKI ini, larisnya sangat luar biasa,” tukasnya.
Selain memiliki potensi ekonomi, sukun juga dinilai memiliki manfaat strategis dalam mendukung program pemerintah di bidang pangan dan pemenuhan gizi masyarakat. Karena itu, komoditas sukun terus didorong untuk dikembangkan dan dikonsumsi sebagai salah satu alternatif pangan bergizi guna membantu menekan angka stunting.
Keikutsertaan UMKM Maluku dalam KKI diharapkan tidak hanya memperluas pasar produk lokal di tingkat nasional, tetapi juga membuka peluang ekspor sehingga produk unggulan Maluku semakin dikenal di pasar internasional. (MMN)


