OJK Maluku Kembangkan Modul Literasi Keuangan untuk Siswa SMP di Kota Ambon

oplus_0

AMBON, MMN-  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku bersama Pemerintah Kota Ambon terus memperkuat edukasi dan literasi keuangan sejak usia dini melalui pengembangan Modul Ajar Literasi Keuangan bagi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kepala Kantor OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, mengatakan modul tersebut disusun sebagai pedoman bagi guru, khususnya guru mata pelajaran IPS tingkat SMP, dalam memberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan kepada peserta didik.

Menurut Haramain, program tersebut merupakan salah satu inovasi OJK Maluku karena modul ajar literasi keuangan khusus jenjang SMP belum banyak dikembangkan secara nasional.

“Modul ajar literasi keuangan ini menjadi pedoman bagi guru-guru, khususnya guru SMP, untuk memberikan pengetahuan terkait pengelolaan keuangan. Ini menjadi salah satu inovasi yang kita inisiasi bersama guru-guru mata pelajaran IPS di Kota Ambon,” ujar Haramain (16/7/2026) di Ambon.

Haramain menjelaskan, edukasi keuangan sejak usia SMP penting dilakukan karena perkembangan teknologi membuat anak-anak semakin mudah mengakses berbagai produk dan layanan keuangan.

Saat ini, pelajar sudah sangat dekat dengan perangkat digital dan berbagai platform perdagangan maupun layanan digital. Kondisi tersebut membuat pemahaman mengenai pengelolaan uang, konsumsi dan menabung menjadi semakin penting.

Baca juga :   Dekatkan Edukasi Keuangan kepada Masyarakat, OJK Maluku Hadirkan SIMOLEK

“Bagaimana kita mengenalkan produk keuangan sejak dini kepada adik-adik SMP, supaya minimal mereka memahami produk keuangan dasar dan bagaimana mengelola uang,” katanya.

Menurutnya, anak-anak perlu memahami bahwa uang yang mereka miliki tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi juga dapat disisihkan untuk ditabung.

Upaya meningkatkan budaya menabung juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Ambon.

Haramain menyebut telah ada kebijakan yang mendorong sekolah-sekolah untuk membangun kebiasaan menabung di kalangan siswa. Salah satunya melalui program Senin Menabung.

OJK Maluku kemudian menggandeng lembaga jasa keuangan untuk mendukung pelaksanaan program tersebut di sekolah-sekolah.

Dengan jumlah sekolah SMP yang cukup banyak di Kota Ambon, lembaga jasa keuangan dibagi untuk memberikan layanan dan pendampingan sehingga siswa memiliki akses yang lebih mudah terhadap kegiatan menabung.

Haramain menegaskan, program literasi keuangan tidak berhenti pada pembagian modul kepada guru.

OJK juga memberikan edukasi kepada para guru agar mereka memiliki pemahaman yang cukup mengenai materi literasi keuangan yang akan disampaikan kepada siswa.

Baca juga :   BANDARA INTERNASIONAL PATTIMURA AMBON LAYANI KEBERANGKATAN JAMAAH HAJI KLOTER 24 MENUJU TANAH SUCI

“Jadi kita tidak hanya sekadar memberikan modul kepada guru, kemudian mereka pelajari sendiri. Guru juga kita edukasi dan kita berikan pemahaman,” jelasnya.

Pendekatan tersebut diharapkan membuat guru mampu menyampaikan materi literasi keuangan secara lebih mudah dan sesuai dengan karakteristik peserta didik tingkat SMP.

Selain menyasar pelajar dan guru, OJK Maluku juga mulai memperkuat keterlibatan generasi muda melalui komunitas dan perguruan tinggi.

Sekitar 50 mahasiswa dan anggota komunitas telah dikumpulkan dalam kegiatan edukasi bersama lembaga jasa keuangan. Mereka diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan OJK dalam menyebarkan informasi mengenai literasi keuangan kepada kelompok masyarakat lainnya.

Menurut Haramain, pendekatan berbasis komunitas memungkinkan informasi keuangan disebarluaskan secara lebih cepat karena satu orang dapat menyampaikan kembali pengetahuan yang diperoleh kepada kelompok atau komunitasnya.

“Dengan adanya generasi muda ini, kita bisa terbantu untuk meningkatkan jumlah edukasi yang kita lakukan,” katanya.

Haramain juga menyampaikan bahwa Kota Ambon menjadi salah satu daerah yang menunjukkan kinerja positif dalam program edukasi dan literasi keuangan.

Bahkan, berdasarkan penilaian yang dilakukan, Kota Ambon masuk dalam tiga besar secara nasional dalam kategori tertentu yang berkaitan dengan program literasi keuangan.

Baca juga :   Peletakan Batu Pertama Pembangunan Mess Transit Lanud Pattimura Ambon

Menurutnya, capaian tersebut menjadi motivasi bagi OJK Maluku dan Pemerintah Kota Ambon untuk terus meningkatkan kualitas program.

“Alhamdulillah, Kota Ambon menjadi salah satu yang masuk tiga besar. Mudah-mudahan ke depan bisa menjadi yang terbaik,” ujarnya.

Ia berharap sinergi antara OJK, Pemerintah Kota Ambon, sekolah, guru, lembaga jasa keuangan, mahasiswa dan komunitas dapat terus diperkuat.

Dengan demikian, edukasi mengenai menabung, pengelolaan keuangan, produk jasa keuangan dan penggunaan layanan keuangan secara bijak dapat ditanamkan sejak usia sekolah dan membentuk generasi muda Maluku yang semakin melek keuangan. (MMN)