Pemkot Ambon dan CCBO – USAID Gelar Konsultasi Publik

IMG-20240131-WA0013

MediatorMalukuNews.com – Guna menyempurnakan Penyusunan Rencana Induk Pengelolaan Sampah (TIPS) , Pemerintah Kota (Pemkot ) Ambon bekerjasama sama dengan USAID lewat program ‘Clean City Blue Ocean’ (CCBO) serta stakeholder lainnya menggelar konsultasi publik di Swissbell Hotel, Rabu (31/1/2024).

Penjabat Walikota Ambon, dalam sambutan yang dibaca Asisten III Setda Ambon, Roby Sapulete mengatakan, apresiasi diberikan atas terlaksana kegiatan ini.

Dengan ini, supaya pemkot Ambon, dan seluruh stakeholder dapat memberikan pembobotan serta memahami apa yang dituangkan dalam RIPS yang nantinya diimplementasikan dalam kegiatan penanganan dan pengurangan sampah mencakup 5 aspek yakni teknik operasional, pembiayaan, peraturan, kelembagaan, dan peran serta masyarakat.

Menurutnya, Kota Ambon dengan populasi penduduk sebesar 352.490 jiwa yang tersebar pada lima Kecamatan masih diperhadapkan dengan berbagai tantangan yakni; meningkatkan jumlah timbulan sampah, belum memadainya sarana dan prasarana pengelolaan sampah, belum optimalnya partisipasi dan kesadaran masyarakat, belum optimalnya penegakan aturan, pengelolaan sampah dan pembatasan dan teluk, tipografi dan orbitasi wilayah pengangkutan sampah, serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi sampah.

Baca juga :   Wakapolres Tual Pimpin Apel Pergeseran 270 Personil Pengamanan Tps

“Di tengah tantangan yang ada serta dalam rangka mengenai target pengolahan sampah, maka Kota Ambon sudah harus memiliki RIPS yang komprehensif dan efisien Sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 81 tahun 2012 tentang pengelolaan sampah rumah tangga dan Sampah sejenis sampah rumah tangga,” akuinya.

Diharapkan lewat kegiatan ini, adanya masukan bagi Pemerintah Kota Ambon untuk memperkaya RIPS sehingga menjadi acuan pengelolaan sampah yang lebih baik dan
berkelanjutan.

Direktur CCBO, Tiens Gunawan menjelaskan, pendekatan dalam pengelolaan sampah merupakan Pendekatan terpadu dari hulu sampai Hilir yang mencakup tata kelola regulasi perubahan perilaku, pengembangan sistem persembahan yang efektif, dan mendorong keterlibatan perempuan di setiap aspek pengelolaannya.

“Saat ini kita terfokus pada tata aspek dan kelola pengelolaan sampah di Kota Ambon dengan perencanaan yang utuh, terpadu, dan menyentuh semua aspek perencanaan dan elemen-elemen kunci, untuk tercapai Ambon yang bersih dan laut yang biru, ” jelasnya. ()