Naldi Lesnussa Mantan Kades Fakal – Bursel Diduga Dalangi Proyek “Tipu Tapa” DD Pengadaan Hewan Ternak dan Anakan Durian & Apel Fiktif, Jaksa Diminta Usut

IMG_20240212_161949

MediatorMalukuNews.com – Diduga ada indikasi penggelapan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran (TA) 2022 di Desa Fakal, Kecamatan Fena-fafan, Kabupaten Buru Selatan (Bursel) dengan cara melancarkan aksi “tipu-tapa” proyek fiktif pengadaan hewan ternak (Anakan babi) sebanyak 285 ekor dan pengadaan sejumlah anakan bibit durian dan anakan bibit apel.

Informasi yang diperoleh, Aldi Lesnussa sang mantan Kepala Desa (Kades) Fakal disebut-sebut diduga menjadi dalang di balik dugaan pengadaan proyek fiktif itu demi mengeruk keuntungan dari kas Dana Desa yang digelontorkan Pemerintah Pusat bagi upaya mensejahterakan masyarakat Desa Fakal.

Proyek fiktif yang ditaksir merugikan uang negara ini bernilai ratusan juta hingga mampir mencapai semiliar rupiah, diduga “dilahap” oknum bersangkutan sehingga menjadi buah bibir warga setempat.

Akibatnya warga Fakal meminta pihak Kejaksaan atau aparat penegak hukum lainnya segera mengusut kasus dugaan ini yang disinyalir merugikan masyarakat dan keuangan negara.

Kini sejumlah warga desa setempat masih terus mempertanyakan keberadaan proyek tipu tapa ini.

Informasi yang diperoleh, dana desa yang digelontorkan untuk pengadaan proyek tersebut diduga diselewengkan untuk kepentingan pribadi bersangkutan dan juga melibatkan beberapa oknum tertentu, sebab dalam laporan pertanggungjawaban diduga fiktif alias “nol besar.”

Sumber yang diperoleh, menyebutkan, nama
mantan Kepala Desa Fakal, Naldi Lesnusa disebut- sebut diduga menjadi “otak pembuat” laporan pertanggungjawaban (LPJ) keuangan Desa Fakal fiktif pada tahun anggaran 2022.

Akibat persoalan ini membuat warga desa menjadi geram ketika dibeberkan Josias Liem, salah satu oknum calon anggota legislatif dalam keterangannya di muka publik pada sebuah pertemuan dengan warga desa setempat.

Informasi yang dihimpun, laporan fiktif ini berawal ketika Josias Liem yang nota bene berstatus operator proyek tersebut membeberkannya dalam paparan video pertemuan-nya bersama warga berdurasi sekitar 10 menit pada tanggal 28 Januari 2024 di Desa Fakal

Dalam pernyataan video yang dibeberkan disebutkan bahwa dana proyek pengadaan bibit hewan ternak dan anakan tanaman durian serta bibit tanaman anakan apel sudah direalisasikan pada tahun 2022.
Warga yang mendengar kesaksian Josias Liem sontak secara spontan menjawab tak ada proyek apapun masuk di desanya terlebih soal proyek pengadaan ternak anakan babi maupun proyek pengadaan anakan bibit tanaman durian dan apel.

Baca juga :   DLH Kabupaten Bursel Gelar Konsultasi Publik KLHS

Sejumlah pihak menduga akibat proyek tipu -tapa ini mengakibatkan kerugian keuangan negara yang diprioritaskan untuk masyarakat desa setempat tak jelas ujung pangkalnya dan hanya menguntungkan pribadi oknum mantan kades dan beberapa kroninya.

Sebagaimana diketahui Josias Liem merupakan salah satu calon wakil rakyat 2024 yang juga se-partai yang sama dengan mantan kades itu.

Tayangan video yang diperlihatkan, Josias Liem alias Koko membeberkan informasi kepada warga, sembari berikan kesempatan warga bertanya berbagai perihal. Maka munculah kasus tersebut sehingga direspon dengan penjelasan dari Josias Liem, namun terkesan dia enggan untuk memperlebar penjelasan lebih jauh soal kasus tersebut.

Josias Liem yang coba dikonfirmasi wartawan terkait ocehannya di video yang diambil salah satu warga dalam pertemuan itu, terkesan mengelak dan berdalih jika kasus dalam tayangan video itu tak seutuhnya benar.

Padahal informasi yang didapati juga, secara Josias Liem, juga diduga melakukan “kongkalikong” karena diduga ikut “bermain” bersama mantan Kepala Desa Fakal untuk turut serta melakukan dugaan tindak pidana korupsi ber-jamaah yang merugikan uang negara (Dana Desa), mengingat sebagai salah satu operator seharusnya dia punya tanggung jawab memberikan informasi sebelumnya kepada warga Fakal terkait pengadaan proyek tersebut.

Josias Liem yang dikonfirmasi via WhatsApp-nya soal pernyataannya dalam video singkat itu, diduga berkelit, sembari mencoba membela diri dan enggan menjawab sejumlah pertanyaan yang dilontarkan wartawan kepadanya.

Sebelumnya diketahui bahwa, sesuai informasi yang diperoleh melalui tanyangan video, Josias Liem menyebutkan ada proyek pengadaan ternak anakan babi dan anakan durian serta anakan apel, sontak masyarakat bertanya-tanya kenapa ada proyek pengadaan itu padahal selama ini masyarakat desa sama sekali tak mengetahui ada proyek tersebut – masuk di desanya.

” Katong seng tau (kami tidak tahu) ada pengadaan proyek ternak anak babi dan anakan durian serta anakan apel di katong pung desa, tapi tiba-tiba Koko (Josias Liem) yang buat laporan bahwa di Desa Fakal ada proyek pengadaan itu. Koko sendiri yang bongkar semua kedok mantan kepala Desa Naldi Lesnusa,” beber warga yang enggan mempublikasikan namanya kepada wartawan, sembari memberikan bukti video berdurasi sekitar 10 menit itu.

Baca juga :   Kemlu Dukung Pengembangan Maluku sebagai Pusat Distribusi Perikanan Regional

Sesuai penelusuran, fakta lapangan diketahui, tak ada pengadaan satu bibit durian dan apel maupun pengadaan hewan ternak anakan babi sebagai mana yang disampaikan Josias Liem di desa Fakal.

Di Lain pihak, mantan Kepala Desa Fakal, Naldi Lesnussa ketika dikonfirmasi wartawan soal proyek tersebut via WhatsApp-nya, enggan memberikan keterangan.pajang lebar.

Singkatnya, dia katakan jika soal pengadaan ternak anakan babi sudah direalisasikan bagi kelompok warga peternak, akan tetapi sembari enggan memberikan secara rinci nama kelompok atau nama-nama peternak siapa saja yang katanya sudah diberikan proyek pengadaan anakan hewan ternak dan anakan apel dan durian tersebut. Sebab menurut pengakuan warga, mereka tak mendapatkan proyek dimaksud. Itu yang menjadi dugaan miring warga terjadi dugaan tindak pidana korupsi DD di desanya.

Akan tetapi, laki-laki ini berdalih kepada wartawan bahwa, untuk semua proyek pengadaan hewan ternak dan anakan durian dan apel sudah terlaksana, sehingga sebaiknya ditanyakan langsung ditanyakan saja kepada Josias Liem alias Koko. Karena Koko lebih mengetahui soal proyek tersebut.

Dalam pesannya via WhatsApp-nya, dia katakan dengan kalimat singkat:

“Klo kk (kakak) mau tanya lebih jelas, kk tanya pak Yosias laporan tdk masalah sampe saat ini, nanti kk bilang pak Yosias nai (Datang) Sama2 ke fakal lia (Lihat) babi sudah besar dan skalian katong (Kita) pigi (Pergi) lia kebun Apel dan duren.”

Di lain pihak, apa yang disampaikan operator Josias Liem dalam tayangan vidio yang disebarkan – ketika ditelusuri, diduga faktanya tidak ada di wilayah desa tersebut.

Kembali konfirmasi lanjut dilayangkan kepada mantan Kades Fakal-Naldi Lesnusa. Namun laki-laki ini mengarahkan untuk ditanyakan langsung saja kepada Josias Liem lagi sebab yang bersangkutan lebih mengetahui seluk beluk proyek pengadaan tersebut.

Akan tetapi Josias Liem alias Koko ketika dikonfirmasi wartawan, terkesan berdalih lagi, sembari merespon pertanyaan wartawan sambil mengatakan:

“Loh, tanya dia saja (Mantan Kades Fakal Naldi Lesnussa). Beta kan hanya operator saja.”

Kedua laki – laki ini saling “Lempar – melempar bola liar.” Bahkan keduanya saling tuding dan enggan memberikan keterangan panjang lebar dan jelas terkait persoalan proyek dimaksud.

Baca juga :   Kapolres Buru Selatan Sampaikan Press Release Penanganan Perkara Kekerasan Periode Januari 2025 – Februari 2026

Setelah wartawan coba menggali lebih dalam soal kejelasan pertanyaan tentang proyek yang dibiayai dengan anggaran DD, terkesan Josias Liem geram. Sembari balik menuding wartawan sudah memberondong dia dengan berbagai pertanyaan.

Lalu, Josias Liem alias Koko dengan pernyataan keras dan terkesan menggertak balik wartawan.

Dia melontarkan kalimat:

“Jangan se (wartawan) ancam beta (saya). Tanya kepada yang bersangkutan (Mantan Kades Fakal).saja.”

Sementara itu, untuk kasus ini, sejumlah warga Fakal naik pitam sembari mendesak pihak Kejaksaan Pulau Buru atau aparat penegak hukum terkait lainnya mengusut dan mengungkapkan bukti kebenaran kasus tersebut, bila perlu segera memanggil mantan kades bersangkutan dan Josias Liem untuk dikonfrontir supaya dapat mempertanggung jawabkan dugaan kasus penyelewengan uang negara yang tak sedikit jumlahnya itu.

Penjabat Desa Fakal, Devi Lesnussa yang dikonfirmasi via WhatsApp-nya terkait dengan persoalan dugaan proyek fiktif ini, mengingat dirinya menjabat sebagai penjabat Desa Fakal saat ini sudah pasti lebih mengetahui dokumen atau arsip administrasi desa tiap tahun, akan tetapi penjabat Kades ini mengaku dirinya akan tanyakan lagi kebenaran kasus tersebut kepada Josias Liem alias Koko.

Dalam chatting -nya, dia katakan:
“Mohon ijin sebelumnya pak, terkait dengan hal diatas pak bisa konfirmasi.”

“Oke pak nnt bt (Nanti saya) kordinasi dgn oprator dolo pak ijinπŸ™πŸ‘,” tambah dia.

Menjawab pertanyaan wartawan lebih jauh agar kasus ini dibuat titik terang soal fakta apakah dugaan proyek fiktif desa Fakal tahun 2022 banar ada atau tidak, Penjabat Desa Fakal, Devi Lesnussa hanya mampu menjawab singkat via WhatsApp-nya: “Siap pak πŸ‘.”

Akan tetapi hingga berita ini dipublikasi, Penjabat Desa Fakal, Devi Lesnussa tak merespon jawaban wartawan apakah dia telah mengkonfirmasi Josias Liem atau belum sejak dirinya dikonfirmasi, Minggu (11/2/2024) (lys).