Tak Dapat Honor, Anggota Paskibra Kecamatan Wetang MBD “Gigit Jari”
MediatorMalukuNews.com – Sejumlah anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang melaksanakan tugas sebagai penggerek bendera kebangsaan – Merah Putih saat puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-79 di tingkat Kecamatan Pulau Wetang, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dikabarkan hanya mampu “Gigit jari” usai melaksanakan tugasnya sebagai penggerek bendera pada perayaan hari besar nasional tersebut. Persoalannya, mereka melaporkan tak diberikan honor sesen pun dari pihak Panitia Pemerintah Kecamatan Wetang dibawah pimpinan Camat Frejon Lameky.
Laporan yang masuk ke telinga wartawan, kemarin menyebutkan, persoalan ini dilatarbelakangi kekecewaan anggota paskibra yang mengaku tugas dan tanggungjawab mereka sama sekali tidak dihargai penjabat bersangkutan. Padahal anggota paskibra ini mengaku rela menghabiskan tenaga dan waktu sekian lama dilatih ketat sampai kewalahan.
Kendati mereka mengaku bangga menjadi anggota pasukan paskibra, namun sayangnya pihak panitia tak memperhitungkan apa yang sudah mereka lakukan.
Awalnya diduga menjadi anggota pasukan paskibra pasti disediakan honor seadanya, namun belakangan mereka kecewa sebab honor anggota paskibra tingkat kecamatan itu tidak disediakan.
Padahal seperti diketahui, menjadi anggota paskibra, baik di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga kecamatan itu honor-nya telah disediakan sesuai penetapan anggaran masing-masing pemerintah di tingkat wilayah bersangkutan, mulai dari ratusan ribu rupiah hingga beberapa jutaan rupiah per anggota paskibra.
Namun perihal ini berbanding terbalik dengan anggota paskibra di kecamatan pulau terluar itu.
“Kami tidak dapat apa-apa, sertifikat juga sampai sekarang kami belum dapat,” lapor salah satu anggota paskibra Kecamatan Wetang kepada wartawan
Di lain pihak, informasi yang diperoleh, pihak Panitia Kecamatan hanya prioritas membayar honor para pelatih anggota paskibra sehingga perihal ini menjadi kecemburuan sosial. Sebab, naik pelatih maupun anggota paskibra yang dilatih sama-sama menjalankan tanggungjawab yang diberikan.
Sumber yang enggan mempublikasikan namanya ini mengaku selama mengikuti pelatihan sangat melelahkan hingga pada puncak upacara pengibaran bendera merah putih hingga penurunan bendera di sore hari.
Hal senada dikeluhkan RP, salah satu anggota purna paskibra tahun 2023. Dia mengaku tahun 2023, dia bersama rekan-rekannya juga tak memperoleh apa yang namanya anggaran atau honor jasasebaga anggota paskibra,
“Waktu itu kami tidak dapat uang tapi hanya dapat Sertifikat
Camat Wetang, Frejon Lameky yang dikonfirmasi, Kamis (22/8/2024) mengaku, honor bagi anggota paskibra dari tahun ke tahun itu memang tidak disediakan alias tidak ada anggarannya.
“dr dulu zn (Dari dulu tidak) ada honor untuk anggota paskibra.. Yg ada cmn pelatih. Tapi kedepannya akan, menjadi perhatian,” tulis Camat di WhatsApp- nya
“Seng semua hal ktg (Tak semua hal kami) bisa sampaikan utk bu dong (Wartawan). Intinya, honor pelatih yang diberikan sesuai dengan yang dianggarkan… Tidak berkurang satu sen pun,” tambah Camat dalam catatannya.
Disinggung anggota paskibra yang belum diberikan sertifikat, menurut Camat, setiap tahun anggota Paskibra selalu diberikan sertifikat dan ucapan terimakasih berupa makan bersama atau piknik.
“Namun, Untuk tahun ini sertifikat sedikit terlambat karena foto masing-masing terlambat diambil, Dan sertifikat sementara dicetak,” jelas camat tersebut.(Ebet Palpialy)

