Kelangkaan BBM di MBD Bupati Didesak Turun Tangan

IMG-20240229-WA0030

MediatorMalukuNews.com – Bupati Maluku Barat Daya ( MBD), Oyang Noach didesak turun tangan mengatasi fenomena kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang belakangan ini semakin sulit diperoleh untuk kebutuhan pokok masyarakat.

Bahkan terhadap fenomena ini warga meminta orang nomor satu kabupaten julukan Kalwedo ini memberikan penjelasan terbuka soal sering terjadi-nya kelangkaan kebutuhan mendasar untuk masyarakat yang mendiami kabupaten yang banyak pulaunya ini.

“Bupati harus bertanggung jawab menyikapi ini dan harus muncul di publik untuk merespon kelangkaan BBM di MBD”. tulis Akun bernama ot yang diunggah di salah satu media sosial baru-baru baru ini.

Dalam ocehannya, akun tersebut menyatakan bisa dibayangkan saja jika kelangkaan BBM terus terjadi di wilayah kepulauan terluar ini, berapa banyak rakyat yang tidak menjalankan aktivitasnya secara normal di berbagai sektor. Dan sudah tentu ikut berdampak pada hilangnya pendapatan atau sektor ekonomi dan lain sebagainya.

MBD semakin menderita bila kaum terdidik terisolasi dalam genggaman kekuasaan.

Pernyataan itu mencuat lantaran munculnya sebuah famflet di SPBU milik Pengusaha berinisial J L yang bertuliskan: ‘Stok BBM aman tidak perlu panik.’

Baca juga :   Polisi Proses Kasus Dugaan "Pancuri" Rangka Baja Jembatan Wertamrian Milik BPJN Maluku

Informasi yang diperoleh stok BBM per tiga Februari 2024 dimana terdapat Pertamax 27 Ton, Dexlite 4,8 Ton.
Sehingga pamflet tersebut diduga berupa informasi hoax untuk mengelabui publik demi kepentingan oknum-oknum tertentu, mengingat berbagai corong kendali, dan data ada digenggaman tangan mereka.

“Kita tidak mau mereka menyebarkan hoax tapi potensi itu karena mereka mengendalikan sistem. Faktanya pada Pamflet itu juga dituliskan rencana kapal pengangkut BBM tiba dia moa tanggal 20 sampai 21 kemarin namun hingga berita ini dipublish kapal tersebut belum juga muncul.

Postingan akun Gerakan Membangun MBD yang direspon puluhan orang itu, akhirnya ditanggapi pihak Dinas Kominfo setempat, melalui akun dinas tersebut yang mengakui bahwa, pihak Kominfo MBD tidak pernah memproduksi dan membuat konten hoax. Kondisi dan ketersediaan stock BBM per tanggal dimaksud memang benar adanya, namun karena pembelian masyarakat yang tinggi maka stock BBM itu akhirnya habis sebelum kapal pengangkut BBM tiba di Pulau Moa.

Flayer ini dibuat dengan tujuan supaya masyarakat tidak panik dan membeli BBM dalam jumlah banyak sambil menunggu kapal tiba.

Baca juga :   BBM "Lenyap" di Pulau- Pulau MBD Lebih dari Seminggu, Warga Meradang

Ditambahkan, harusnya BBM sudah tersedia sesuai estimasi waktu yang diberikan namun karena cuaca dan kondisi alam laut yang tak bersahabat jadi penghalang, sementara stock BBM telah habis.

Sementara itu, Sumber media Ini dari Tiakur ibukota Kabupaten MBD menyebutkan bahwa pada Selasa( 37/02/24), kapal pengangkut BBM sudah mengantar BBM tujuan kabupaten yang berbatasan dengan negara kanguru itu

Sementara itu, wakil rakyat asal daerah pemilihan 7 Kabupaten MBD dan Tanimbar, Anos Yermias yang diminta tanggapannya di Kantor Balai Rakyat Provinsi Maluku kemarin, soal kerap kali terjadi persoalan kelangkaan BBM di pulau – pulau terluar kabupaten tersebut enggan banyak buka mulut.

“Kalau bicara soal kelangkaan BBM di MBD, saya tidak mau bicara. Nanti saja, saya lagi pusing baru selesai rapat,” papar anggota dewan yang disebut -sebut kerap kali berkicau soal upaya mendorong dan memperjuangkan kemajuan sarana transportasi laut tujuan pulau-pulau yang ada di Provinsi julukan seribu pulau ini, sambil berlalu.
.(Ebeth/ Ateng Dj)/**)