Pj.Bupati Malra Buka Seminar Program Literasi dan Numerasi di Era Digital untuk Kepsek & Guru Agama Islam
MediatorMalukuNews.com – Penjabat (Pj) Bupati Maluku Tenggara (Malra), Jasmono membuka secara resmi Seminar Program Literasi dan Numerasi di Era Digital untuk para kepala Sekolah (Kepsek) dan para guru beragama Islam baru -baru ini (18/3/2024) di kabupaten tersebut.
Hadir dalam kegiatan ini Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Malra, Ketua dan Jajaran Pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Malra, para Pembicara Seminar Program Literasi dan Numerasi , para Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Malra, Tokoh Adat, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, para kepsek dan para guru serta sejumlah Undangan lainnya.
Pj Bupati dalam sambutan pembukanya menyatakan, mengatasnamakan pribadi dan Pemerintah Daerah, dirinya menyampaikan selamat menunaikan Ibadah Puasa di Bulan Suci Ramadhan, semoga seluruh amal semua pihak di Bulan suci Ramadhan ini diterima oleh Allah SWT dan kelak kita kembali nantinya menjadi pribadi yang fitri.
Dikatakan, Banyak hal yang nantinya bakal disampaikan para Guru Besar dan Pakar di Bidang Pendidikan dalam seminar ini, mudah-mudahan apa yang dibicarakan menjadi bekal dan catatan penting bagi seluruh peserta terutama para Kepsek dan guru untuk menghadapi berbagai tantangan dimasa yang datang.
“Satu hal yang perlu digarisbawahi adalah saat ini Kita terus bergerak dalam Perubahan yang berjalan dengan sangat cepat dalam semua aspek kehidupan. Tidak dapat dipungkiri bahwa aktivitas Kita dalam beberapa dekade terakhir telah terbantu oleh kehadiran revolusi, baik dari segi kualitas maupun efisiensi waktu.
Transformasi industri 4.0 (Four Point Zero) yang dijuluki sebagai revolusi industri keempat merupakan era inovasi disruptif, dimana era ini berkembang sangat pesat, sehingga membawa dampak terciptanya pasar baru, bahkan lebih dahsyatnya lagi era ini mampu mengganggu atau merusak pasar yang sudah ada, menggantikan teknologi yang sudah ada,” ujarnya .
Dikatakan, pada era digital ini bukan hanya berdampak pada bidang industri saja, melainkan berdampak ke segala aspek kehidupan manusia di dunia tanpa kecuali dunia pendidikan.
Menghadapi tantangan yang besar era revolusi industri industri 4.0 (Four Point Zero) ini, maka lembaga pendidikan, dituntut terus berubah. Dan bilamana membaca kembali hasil kajian Bank Dunia, ke depan akan berkembang dengan apa yang dikenal dengan Revolusi 5.0 (Five Poin Zero) yang lebih menekankan pada kombinasi Dunia Maya dengan Praktek nyata kehidupan.

Dikatakan, Islam sebagai rahmatan lil alamin, telah meletakan pondasi yang kuat tentang pentingnya pendidikan, dimana Rasulullah SAW, menerima wahyu yang pertama, sebagaimana tertuang dalam Alquran Surat Al-Alaq ayat 1-5.
Objek Ilmu Pengetahuan pada unit wahyu pertama yakni kata iqra yang mengandung arti membaca, mengumpulkan, menganalisa sehingga menjadi satu himpunan yang padu.
Dari sini, Al-Qur’an tidak mengenal dikotomi ilmu pengetahuan ; ilmu agama dan umum, ilmu dunia dan akhirat.
Dalam pandangannya ilmu mencakup segala macam pengetahuan yang berguna bagi manusia dalam menunjang kelangsungan hidupnya, baik, masa kini maupun masa depan.
Makna ini tentu relevan dengan Program Literasi dan Numerasi di bidang Pendidikan.
Literasi tidak sekedar membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori. Literasi merupakan keterampilan penting dalam hidup.
‘Kita tentu yakin dan percaya bahwa budaya literasi yang tertanam dalam diri akan memengaruhi tingkat keberhasilan Kita baik di Lembaga Pendidikan maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Patut Kita akui bersama bahwa, sampai saat ini prestasi literasi membaca peserta didik di Indonesia dan Maluku Tenggara Kami nilai masih rendah. Oleh karena sangatlah diperlukan berbagai strategi dan kebijakan serta komitmen Bersama untuk meningkatkan Literasi dan Numerasi, bukan hanya di Lembaga Pendidikan semata namun juga di tengah-tengah masyarakat,” tandas orang nomor satu Malra ini.
“Kami menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini, dan melalui mimbar yang terhormat ini, Saya mengajak seluruh komponen, terutama para Pakar Pendidikan, Kepala Sekolah dan Guru untuk kiranya berkenan membangun diskusi, memberikan saran, masukan dan solusi konstruktif termasuk memberikan muatan substantif terhadap pentingnya pembangunan literasi dan Numerasi di Kabupaten Maluku Tenggara.
Semoga apa yang Kita laksanakan ini dapat memberikan kontribusi yang positif bagi Masyarakat Maluku Tenggara di saat ini dan dimasa yang akan datang. Demikianlah beberapa hal pokok yang dapat Saya sampaikan, dan dengan senantiasa mengharapkan Ridho dan Pertolongan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, Kegiatan Seminar Program Literasi dan Numerasi di Era Digital bagi Kepala Sekolah dan Guru yang beragama Islam di Kabupaten Maluku Tenggara, secara resmi Saya nyatakan dibuka,” tutup Pj Bupati dalam sambutannya. (Humas Pemda Malra)
